Posts

Showing posts from April, 2010

Komplikasi-Komplikasi yang Ditimbulkan Oleh Injeksi Pemblokir Saraf Alveolar Secara Intra-Arterial

Abstrak Latar belakang: Injeksi pemblokir saraf alveolar inferior secara intravaskular yang tidak diinginkan akan menyebabkan komplikasi-komplikasi yang mengganggu, baik secara sistemik maupun secara lokal. Sangat dianjurkan agar dokter gigi mendiagnosa komplikasi tersebut dan mengobatinya dengan tepat. Terkadang, beberapa reaksi terjadi secara simultan. Deskripsi kasus: Disini disajikan sebuah laporan kasus yang mengilustrasikan beberapa dari berbagai komplikasi yang timbul akibat injeksi pemblokir saraf alveolar inferior. Pada kasus ini, komplikasi terjadi akibat injeksi anestesi lokal secara intra-arterial. Kulit wajah, struktur intraoral dan mata juga terkena. Dalam waktu 60 menit setelah injeksi, semua struktur tersebut kembali ke kondisi normal. Diagnosis cepat dan penenangan biasanya dapat menenteramkan pasien. Komplikasi klinis: Bahkan apabila para tenaga klinis menggunakan perawatan yang terbaik, dengan penuh pertimbangan sebelum injeksi dan mencermati tanda-tanda anatom...

Pembentukan koloid Tc(IV) oksida dengan teknik radiolisis

Ringkasan Koloid Technetium(IV) oksida dibuat dengan tehnik radiolisis melalui radiasi sinar γ ke dalam larutan pertechnetat (TcO4-). Larutan pertechnetat (5,5 x 10-5 – 2,9 x 10-4 M) diradiasi dengan sinar abar dari sebuah akselerator elektron linear pada suhu 40 dan 17oC. Warna larutan yang diradiasi perlahan-lahan berubah menjadi hitam kecoklatan, yang menunjukkan pembentukan koloid Tc(IV) oksida (TcO2.nH2O). Analisis TEM (transmission electron microscopy) menunjukkan bahwa ukuran koloid memiliki diameter yang berkisar antara 30 hingga 130 nm. Sinar-X yang khas dari technetium dan oksigen secara bersamaan dideteksi dari partikel-partikel koloid pada saat pengukuran dengan TEM. Koloid yang berbentuk bulat dihasilkan dengan radiasi pada 40oC, sedangkan partikel-partikel koloid yang berbentuk tidak beraturan dan tersusun atas partikel-partikel kecil (diameter 2 nm) dihasilkan pada suhu 17oC. Konsentrasi TcO4- dalam larutan target perlahan-lahan berkurang seiring dengan meningkatnya do...

Efek dari dua obat-kumur klorheksidin baru terhadap perkembangan plak gigi, gingivitis, dan diskolorasi; sebuah penelitian gingivitis eksperimental selama 3-pekan yang dirancang secara acak, samar-pengamat dan terkontrol placebo.

Abstrak Tujuan: Tujuan dari penelitian gingivitis eksperimental ini adalah untuk mengevaluasi efikasi dan keamanan pemakaian dua obat-kumur klorheksidin (CHX) baru. Bahan dan metode : Sebanyak 90 relawan berpartisipasi dalam penelitian yang dirancang secara acak, samar-pengamat dan terkontrol klinis dan dibagi ke dalam  kelompok-kelompok paralel. Selama periode perlakuan, tidak ada tindakan kesehatan mulut yang dilakukan kecuali berkumur dengan 0,2% CHX non-alkohol atau 0,2% CHX/0,055% obat-kumur sodium fluoride. Larangan ini tidak berlaku bagi kontrol positif atau kontrol negatif. Parameter primer adalah indeks gingiva; parameter sekunder adalah indeks plak, indeks diskolorasi, dan perdarahan pada saat probing. Pemeriksaan klinik dilakukan 14 hari sebelum dimulainya penelitian, kemudian pada saat dimulai penelitian, kemudian setelah 7, 14, dan 21 hari. Uji ANCOVA, ANOVA dan uji-t  two sampel digunakan untuk analisis statistik. Hasil: Tidak ada perbedaan efikasi yang dit...

Konsep-Konsep dan Prinsip-Prinsip Manajemen Biaya

Hampir seperempat abad yang lalu, Peter F. Drucker menulis artikel “Manajemen Untuk Efektifitas Bisnis” untuk Review Bisnis Harvard. Saya tidak mengetahui seberapa besar pengaruh artikel tersebut setelah itu, tetapi sekarang terlihat bahwa artikel tersebut hanya memiliki sedikit atau tidak ada pengaruh sama sekali – dan, menurut pendapat saya, itu adalah sebuah tragedi.     Drucker menyebutkan bahwa tanggungjawab utama manajemen adalah “bekerja keras untuk hasil ekonomi yang sebaik mungkin dengan sumber-sumber daya yang saat ini digunakan atau yang tersedia.” Kemudian dia memaparkan bagaimana akuntansi biaya yang tidak efektif bisa merusak rute yang harus ditempuh oleh manajemen untuk memenuhi tanggungjawab ini. Drucker menyimpulkan artikelnya dengan memberikan saran berikut ini:

KLASIFIKASI DISFUNGSI-DISFUNGSI ORGAN

Ada banyak cara untuk mengklasifikasikan gangguan-gangguan organ. Metode klasifikasi yang digunakan disini mengikuti metode DSM-III – dengan beberapa penambahan – untuk kelompok utama yaitu sindrom otak organik dan penyakit mental organik. Sindrom otak organik didefinisikan sebagai gangguan-gangguan yang menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala psikologis tertentu tanpa adanya etiologi spesifik yang diketahui. Kelompok ini mencakup : Sindrom otak organik, sindrom delirium Pendekatan pengobatan

Dentigerous cyst yang terkait dengan mesiodens berganda: Sebuah laporan kasus

Abstrak Dentigerous cyst merupakan sebuah kista odontogenik tahap perkembangan, yang terjadi akibat akumulasi cairan di antara epitelium email-gigi yang berkurang dan mahkota dari sebuah gigi yang belum erupsi. Jika diamati pada gigi yang telah erupsi sempurna, diagnosanya cukup mengejutkan: sekitar 95% dentigerous cyst melibatkan gigi geligi permanen dan hanya 5% yang terkait dengan supernumerary teeth. Dentigerous cyst yang terkait dengan supernumerary teeth memiliki kenampakan klinis yang biasa terjadi pada usia 40 tahun pertama. Mesiodens adalah sebuah supernumerary teeth yang terletak antara incisor-incisor sentral atas. Lebih sering mesiodens terjadi secara unilateral, meski bisa juga bilateral, sedangkan tiga atau lebih supernumerary teeth di daerah tengah palatal lebih jarang ditemukan. Disini diaporkan sebuah kasus kista dentigerous dalam kaitannya dengan mesiodens berganda pada seorang pasien wanita yang berusia 14 tahun. Kata kunci: Dentigerous cyst, mesiodens, supernume...

Sebuah kajian terhadap kesadaran dan kebutuhan prostodontik pada sebuah populasi lansia di pedesaan India

Abstrak Sebanyak 80% kehidupan di India berlangsung di pedesaan, yang berbeda dengan kehidupan yang berlangsung di kota, dimana kebanyakan mereka yang tinggap di pedesaan adalah orang-orang yang buta huruf dan tidak berpendidikan. Beberapa orang terdidik dari mereka akan bermigrasi dari desa ke kota untuk mencari nafkah dan pelung usaha yang lebih baik. Dengan alasan yang sama, para dokter gigi lebih memilih untuk tinggal di perkotaan. Yang menjadi korban dari situasi ini adalah orang-orang lansia yang ada di pedesaan. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan prostodontik, tingkat pemenuhannya, kesadaran akan kebutuhan prostodontik dan alasan-alasan tidak terpenuhinya kebutuhan pada sub-populasi pedesaan India yang sudah menua ini.

Diagnosis, Pencegahan dan Pengobatan Karies Akar

Pendahuluan     Karies gigi merupakan sebuah penyakit lama yang telah ditemukan pada gigi-gigi tengkorak dari seluruh dunia dimana manusia primitif hidup di daerah-daerah terisolir dan diet yang kekurangan bahan makanan olahan dan berkarbohidrat tinggi. Selama abad ke-17, gula semakin banyak tersedia dan lebih murah di Eropa dan diet lebih banyak merupakan makanan olahan. Akibatnya, karies menjadi sebuah masalah endemik dari tahun ke tahun. Sekarang ini, para pengamat demografi menganggap karies akar sebagai sebuah isu penatalaksanaan pasien yang signifikan di dekade mendatang karena semakin banyak populasi lansia yang mempertahankan gigi alaminya.

Kedokteran-Gigi Iatrogenik dan Periodonsium

Abstrak Kesehatan jaringan lunak dan jaringan keras sekitar sangat penting untuk berfungsinya susunan gigi alami secara optimal. Dokter gigi memegang sebuah peran positif dalam mempertahankan kesehatan jaringan-jaringan mulut yang sakit pada saat dilakukan diagnosa yang cermat dan hati-hati, perencanaan perawatan dan prosedur-prosedur perawatan. Disisi lain, dokter gigi juga bisa berperan dalam memburuknya kerusakan jaringan sebagai akibat dari terapi gigi yang tidak cermat dan tanpa pertimbangan. Artikel ini merupakan sebuah review tentang dampak prosedur-prosedur gigi yang umum terhadap periodonsium. Kata kunci : Lebar biologik, kedokteran-gigi iatrogenik, periodonsium

Jendela Johari (Johari Window)

Johari Window, yang diberi nama menurut penemunya, yaitu Joseph Lutf dan Harry Ingham, merupakan salah satu model yang paling bermanfaat untuk menjelaskan proses-proses interaksi manusia. Sebuah “jendela” yang terdiri dari empat bagian, seperti diilustrasikan di atas, membagi kesadaran seseorang menjadi empat tipe yang berbeda, sebagaimana direpresentasikan oleh keempat kuadran nya, yaitu : terbuka (open), tersembunyi (hidden), samar (blind), dan tidak diketahui (unknown). Garis-garis yang membagi keempat bidang tersebut seperti tirai-tirai jendela, yang bisa bergerak pada saat interaksi berkembang.

Contoh Kasus Sistem Produksi JIT (Just-in-Time)

The 100 Yen Sushi House bukanlah sebuah restoran biasa. Restoran ini memiliki produktivitas yang sangat tinggi di Jepang. Saat kita memasuki restoran tersebut, kita akan disambut dengan kata-kata “iratasai”, sebuah ucapan selamat datang dari siapapun yang bekerja dalam toko tersebut – baik yang memasak, pelayan, pemilik, dan anak-anak pemiliknya. Rumah ini memiliki ciri kas berbentuk elipsoid yang melayani daerah di pertengahan ruangan, dimana tiga atau empat koki yang sibuk mempersiapkan sushi. Sekitar 30 tempat duduk mengelilingi daerah penyajian. Kita duduk di konter dan langsung disuguhi segelas “misoshiru”, yang merupakan sebuah sop pasta kacang, sepasang sumpit, segelas the hijau, sebuah piring kecil untuk membuat saus, dan sebuah lempeng china untuk memegang sumpit. Sejauh ini, pelayanan ini adalah pelayanan rata-rata untuk sushi house. Selanjutnya, ditemukan hal-hal yang khusus. Ada sebuah pengangkut barang yang selalu mengelilingi area pelayanan yang berbentuk elipsoid. Sepert...

Sejarah Perkembangan Negara Jepang

Jepang merupakan sebuah negara yang dikelilingi oleh laut. Tapi pada kenyataannya, 67% negara Jepang terdirid dari pegunungan, dengan tujuh zona gunung api. Gempa bumi sering terjadi dan tidak mungkin bagi orang-orang Jepang di masa lalu untuk hidup di rumah-rumah yang terbuat dari batu. Ada empat musim di Jepang (musim semi: Maret – Mei; musim panas: Juni – Agustus; musim gugur: September – Oktober; musim dingin: desember – Februari). Setiap musim panas, terjadi angin puyuh dan menghancurkan lahan dan rumah. Di zaman dahulu, orang-orang Jepang harus belejar tentang perubahan segala sesuatu di alam. Di sisi lain, orang-orang Jepang menikmati perubahan-perubahan alam dengan berbagai cara. Ada yang mengatakan bahwa perubahan selalu terjadi di setiap aspek kebudayaan Jepang. Pra-sejarah     Kaisar pertama di Jepang adalah Jimmu yang hidup sekitar 660 S.M. Pada sekitar tahun 300 SM – 300 M terbetuk Budaya Yayoi yaitu mulai adanya inovasi-inovasi teknis seperti pekerjaan l...

Manajemen Prostetik Maxillofacial Seorang Pasien Yang Menderita Hemifacial Microsomia

Pengobatan yang dipilih untuk pasien penderita hemifacial microsomia biasanya adalah rekonstruksi bedah. Penggunaan implant kraniofacial telah mengupayakan untuk menggunakan prostesis implant-retained. Artikel ini menyajikan sebuah kasus dimana kelainan craniofacial ini dirawat dengan menggunakan prostesa auricular yang ditopang implant (implant-retained) untuk penggantian organ pinna. Metode manajemen ini merupakan pendekatan yang praktis bagi pasien meskipun melibatkan banyak tenaga klinis. Metode ini dapat memberikan perawatan komprehensif, dengan perbaikan kualitas hidup untuk pasien semacam ini.

Macam-Macam Kelainan Dentofacial Dan Penatalaksanaannya Pada sebuah Populasi Asia Multi-etnis

ABSTRAK Tujuan : Tujuan dari penelitian retrospektif ini adalah untuk mengamati berbagai bentuk kelainan dentofacial dan penatalaksanaannya pada sebuah komunitas Asia multi-etnis. Bahan dan Metode : Selama periode 3 tahun (2001 sampai 2003), sebanyak 212 pasien yang mengalami kelainan dentofacial dan telah mengalami bedah ortognatik pada sebuah specialist center tersier nasional di Singapura direview dalam penelitian ini. Pasien-pasien dengan bibir dan langit-langit mulut yang retak atau menderita sindrom, dikeluarkan dari penelitian ini. Hasil: Usia rata-rata (rentang: 16 sampai 58 tahun) pasien adalah 24,0 tahun (Standar Deviasi 6,4) dan rasio antara wanita dan pria adalah 1,3:1. Kelompok etnis yang dominan adalah China (91,5%). Mayoritas pasien mengalami kelainan pola Kelas III skeletal (68%). Asimetri didiagnosa pada 36% dari semua kasus dan pada 48% kasus Kelas III skeletal. Kelebihan maxillary vertikal didiagnosa pada 21% dari semua kasus dan pada 47% dari kasus Kelas II sk...

Pemerataan Pelayanan pada Sistem Paket Seluler CDMA yang Menggunakan Site Diversity Reception

Ringkasan Paper ini membahas tentang pemertaan pelayanan dalam up-link sistem komunikasi paket CDMA cellular slotted-ALOHA yang menggunakan site diversity reception. Site diversity (perbedaan tempat) mengamankan paket-paket yang berasal utamanya dari dekat tepi sel-sel, sedangkan paket-paket yang berasal dari dekat stasiun pangkalan tidak bisa mengambil manfaat dari metode diversity reception ini. Situasi ini menyebabkan tidak meratanya penerimaan paket yang yang tergantung pada lokasi stasiun mobile. Dua skema kontrol transmisi untuk mengurangi ketidakseimbangan ini diusulkan. Pada skema pertama, stasiun mobile mengontrol daya yang diterima untuk kontrol daya open-loop berdasarkan tingkat penerimaan sinyal pendahuluan dari stasiun pangkal di sekitarnya. Pada skema kedua, kontrol stasiun mobile mentrasmisikan probabilitas permisi. Tingkat resepsi paket yang berhasil, koefisien transparansi dan kinerja proses dievaluasi pada lingkungan-lingkungan yang memiliki kontrol daya tidak sempu...

Sebuah Perspektif Terhadap Masalah

Semua organisme pasti menghadapi masalah. Organisme bukan manusia mengalami masalah dalam jumlah terbatas, dan penyelesaiannya paling sering dihasilkan oleh pemrograman genetik yang ada pada mereka.     Sebaliknya, manusia terus menghadapi berbagai masalah atau kebutuhan, mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks: Apa yang harus dimakan? Kapan menikah? Karir mana yang akan dipilih? Kapan tidur? Disamping itu, manusia membentuk kelompok-kelompok yang tak terhitung jumlahnya, masing-masing memiliki masalah khusus tersediri. Penyelesaian masalah ini jarang ada yang diprogramkan atau jarang ada yang sederhana, tergantung pada inteligensi manusia, sikap dan dasar pengetahuannya.

Sistem Kekebalan Alami

Sistem kekebalan alami (innate immunity) merupakan sistem pertahanan yang pertama terhadap infeksi. Mekanisme kekebalan alami terjadi sebelum menemukan mikroba dan diaktivasi dengan cepat oleh mikroba sebelum terjadinya respon imun adaptif (lihat Bab 1, Gbr. 1-1). Sistem kekebalan alami juga merupakan mekanisme pertahanan yang tertua secara filogenetik terhadap mikroba dan terbentuk untuk melindungi semua organisme multisel, termasuk tanaman dan serangga, dari infeksi. Sistem kekebalan adaptif (adaptive immunity) yang diperantarai oleh limfosit T dan B dapat ditemukan pada hewan vertebrata yang memiliki rahang dan mendukung sistem kekebalan alami untuk meningkatkan pertahanan host terhadap mikroba. Pada Bab 1, kita telah memperkenalkan konsep bahwa respon kekebalan adaptif dapat meningkatkan fungsi antimikroba dari sistem kekebalan alami dan menghasilkan memori pengenalan antigen dan spesialisasi mekanisme-mekanisme efektor. Dalam bab ini, kita akan menguraikan komponen-komponen, spesi...

Limfogranuloma vereneum (LGV)

Limfogranuloma vereneum (LGV) merupakan sebuah infeksi yang tertularkan secara seksual (STI) yang disebabkan oleh serovar unik dari Chlamydia trachomatis (L1, L2, L3) yang  berbeda dengan serovar yang biasanya menyebabkan uretritis, cervicitis, dan proctitis (A-K). Penyakit ini hanya terjadi secara sporadis di Amerika Utara tetapi menjadi endemik di berbagai daerah di negara-negara berkembang. Sebuah perjangkitan terbaru LGV proctocolitis telah dilaporkan diantara pria yang melakukan hubungan seks dengan pria di Amerika Utara dan Eropa. Banyak dari individu ini yang terinfeksi ganda dengan HIV.    HIV merubah riwayat alami dan respons terhadap terapi berbagai infeksi STI; akan tetapi, dampaknya terhadap LGV masih belum jelas. Belum ada bukti terbaru yang mendukung perbedaan dalam hal akuisisi, riwayat alami, atau respons terhadap terapi LGV jika disertai dengan infeksi HIV.

Pemasangan Implant Gigi pada Pasien Diabetes: Sebuah Penelitian Retrospektif

Para pasien diabetes sudah umum dianggap sebagai kandidat untuk pemasangan implant gigi. Penelitian ini melaporkan hasil dari pemasangan implant pada 34 pasien penderita diabetes yang dirawat dengan 227 implant Branemark. Pada saat pembedahan tahap kedua, sebanyak 214 dari implant tersebut telah berpadu dengan tulang, dengan tingkat ketahanan 94,3%. Hanya satu kegagalan yang diidentifikasi diantara 177 implant yang ditindaklanjuti sampai restorasi akhir, tingkat ketahanan klinis 99,9%. Screening untuk diabetes dan upaya untuk memastikan bahwa kandidat implant dikontrol secara metabolic, direkomendasikan untuk meningkatkan peluang keberhasilan perpaduan dengan tulang. Perlindungan antibiotik dan penghindaran merokok harus dipertimbangkan. Kata kunci : implant gigi, diabetes, perpaduan-tulang, prostesa implant

IMPLAN GIGI

Pengertian Implan Gigi     Implant gigi adalah jangkar-jangkar logam yang dipasang dalam tulang rahang di bawah jaringan gusi untuk mendukung gigi tiruan yang menggantikan gigi asli. Berbeda dengan jenis penggantian gigi lainnya, seperti gigi-tiruan removable atau jembatan cekat yang direkatkan dengan gigi yang tertinggal, implant gigi benar-benar dipasang (ditanam) ke dalam tulang rahang di bawah jaringan gusi.     Implant-implant ini biasanya terbuat dari logam yang disebut titanium, yang bisa ditolerir oleh tubuh, dan gigi tiruan yang mirip dengan gigi asli kemudian dipasang pada implant tersebut. Sejak disetujui oleh ADA, implant gigi telah digunakan selama beberapa tahun, dan ratusan ribu telah dipasang. Karena adanya fenomena yang disebut “osteointegrasi” yang berarti bahwa tulang benar-benar terpasang dengan sendirinya pada implant, maka jangkar-jangkar ini menjadi fondasi kuat yang memungkinkan orang-orang yang kehilangan gigi bisa mengunyah sec...

Diagnosa dan Pengobatan Impetigo

Impetigo merupakan sebuah infeksi permukaan kulit yang menular dan paling umum menimpa anak-anak yang berusia dua sampai lima tahun. Ada dua tipe impetigo yaitu impetigo nonbullous (yaitu impetigo contagiosa) dan impetigo bullous. Diagnosa biasanya dilakukan secara klinis, meski kultur juga biasa digunakan. Walaupun impetigo biasanya sembuh dengan sendirinya dalam beberapa pekan tanpa bekas, namun pengobatan dapat membantu meredakan rasa nyeri, memperbaiki kenampakan kosmetik, dan mencegah penyebaran organisme yang bisa menyebabkan penyakit lain (misalnya glomerulonefritis). Tidak ada pengobatan standar untuk impetigo, dan banyak pilihan yang tersedia. Antibiotik topikal mupirocin dan asam fusidic bisa digunakan secara efektif dan bisa lebih baik dibanding antibiotik oral. Antibiotik-antibiotik oral harus dipertimbangkan untuk pasien-pasien yang mengalami penyakit ekstensif. Penicillin V oral jarang ada yang efektif; disamping itu, tidak ada kelebihan yang jelas diantara penicillin ant...

Pelurusan Gigi Molar Kedua Permanen Yang Terimpaksi Sebagian

Abstrak Impaksi gigi molar kedua bawah tidak menjadi sebuah masalah yang umum, tetapi sangat menantang baik bagi ortodontist atau ahli-bedah mulut. Opsi-opsi perawatan tergantung pada keparahan inklinasi gigi, posisi molar ketiga, dan tipe pergerakan yang diinginkan, yang bisa bersifat bedah dan/atau ortodontik. Alternatif perawatan yang baik adalah pembukaan (uncovering)  secara bedah dengan erupsi yang dibantu secara ortodontik. Dalam penelitian ini disajikan sebuah kasus pelurusan yang sukses dengan menggunakan penopang tip-back alloy titanium molibdenum (TMA) 0,017 x 0,025 – inch. Aspek-aspek yang berbeda dari pelurusan molar kedua yang terimpaksi dibahas dengan merujuk pada literatur. Karakter iatrogenik dari impaksi molar lebih ditekankan. Kata Kunci: Pelurusan gigi molar, impaksi molar kedua, penopang tip-back.

Pengaruh Vancomicyn Terhadap Plak Setelah Bedah Periodontal

Kemampuan vancomycin untuk mengurangi pembentukan plak gigi setelah bedah periodontal diteliti dalam penelitian ini. Terdapat pengurangan plak secara signifikan selama periode waktu yang diamati. Dan stain ekstrinsik ditemukan pada gigi beberapa pasien. Pengendalian plak dentogingival adalah tujuan utama dalam kedokteran gigi preventif. Plak ini telah disebutkan sebagai faktor etiologi utama dalam karies dan penyakit periodontal. Vancomycin hidroklorida telah dianjurkan sebagai sebuah obat  yang dapat digunakan untuk kontrol plak ini. Dalam penelitian ini, hypotesis selanjutnya diuji: Vancomycis hidroklorida, apabila diaplikasikan secara topikal pada pasta dan formulasi salep, setelah pemindahan peutup periodontal, dapat mengurangi pembentukan plak dentogingival dan reaksi-reaksi inflammatory yang terkait.