Posts

Showing posts with the label Kedokteran

Penjelasan tentang Lichen Planus

PENDAHULUAN Latar Belakang : Lichen Planus (LP) adalah sebuah erupsi pruritic (gatal), papular (terdapat papula) yang ditandai dengan warna biru keungu-unguan; bentuknya polygonal; dan terkadang berskala beraturan. Paling sering ditemukan pada permukaan flexor ekstremitas atas, genitalia, dan pada membran mukus. Lichen Planus (LP) kemungkinan besar adalah sebuah reaksi yang dimediasi oleh sistem kekebalan. Patofisiologi : LP merupakan sebuah respon kekebalan yang dimediasi sel dengan asal-usul yang tidak diketahui. LP bisa ditemukan bersama dengan penyakit gangguan sistem kekebalan lainnya antara lain colitis ulceratif, alopecia areata, vitiligo, demartomyositis, morphea, lichen sclerosis, dan myasthenia gravis. Ada hubungan yang ditemukan antara LP dengan infeksi virus hepatitis C, hepatitis aktif kronis, dan cirrhosis biliary primer.

Penyakit Kusta Lucio dan Latapi yang Difusif: sebuah kajian histologis

Ringkasan Latar belakang dan tujuan: Ladislao de la Pascua menemukan kusta berbintik atau lazarine untuk pertama kalinya pada tahun 1844. Selanjutnya, Lucio dan Alvarado mengkaji dan mempublikasikannya dengan nama yang sama pada tahun 1952. Latapi menemukanannya kembali pada tahun 1938 dan melaporkannya sebagai kusta Lucio “Berbintik” pada tahun 1948. Frenken menyebutkan kusta Lucio dan Latapi difusif pada tahun 1963. Latapi dan Chevez-Zamora menjelaskan bahwa kondisi fundamental dari varietas kusta ini adalah sebuah infiltrasi kutaneous rampat, dengan menyebutnya lepromatosis difusif murni dan primitif, yang padanya berkembang lesi-lesi nekrosis, sehingga lesi-lesi ini disebut Fenomeno de Lucio atau erythema necrotisans. Banyak laporan histopatologi yang menyinggung penelitian fenomena Lucio, dan beberapa diantaranya menyinggung tentang perubahan-perubahan histopatologi yang terjadi selama perjalanan penyakit kusta lepromatous difusif. Tujuan dari penelitian ini adalah melaporkan te...

POLA-POLA GANGGUAN KOMPONEN-KOMPONEN UNIT KUKU

Diagnosa penyakit kuku hanya didasarkan pada lokasi-lokasi patologi primer dan sekunder. Pembahasan dalam bab ini juga didasarkan pada pendekatan seperti ini. Sifat biologi unit kuku dibahas pada Bab 13 dan bedah kuku dibahas pada Bab 280. Perubahan-Perubahan Kontur Umum     Clubbing didefinisikan sebagai bertambahnya lengkungan kuku secara melintang dan longitudinal. Clubbing terdiri dari hypertrofi komponen-komponen jaringan lunak pada pulpa jari; hyperplasia jaringan fibrovaskular pada pangkal kuku, yang memungkinkan plat kuku menjadi goyang; dan cyanosis lokal. Pada orang normal, jika dorsum dua jari dari tangan yang berlawanan diperhadapkan, maka akan terbentuk sebuah “celah” berbentuk-berlian yang terbentuk pada pangkal alas kuku (Gbr. 72-1). Clubbing yang terjadi secara dini akan membentuk celah yang lain dan membentuk sebuah sudut distal yang jelas antara ujung-ujung kuku (Gbr. 72-2). Hampir 80 persen kasus clubbing diakibatkan oleh gangguan-gangguan intrathor...

Masalah-Masalah Pada Kuku

Trachyonychia (kuku kasar) diamati pada penyakit-penyakit kulit sebagai sebuah dystrophy pada seluruh kuku (20 kuku) atau pada kuku dari salah satu jari, yang diakibatkan oleh penggunaan bahan kimia eksternal. Perubahan-Perubahan Warna Kuku Istilah chromonychia menunjukkan sebuah kelainan warna pada bagian dalam dan/atau permukaan plat kuku dan/atau jaringan-jaringan subungal. Pemeriksaan terhadap kuku-kuku abnormal harus dilakukan dengan jari-jari berada dalam posisi rileks dan tidak menekan pada sebuah permukaan. Untuk membedakan antara perubahan-warna plat kuku dengan pangkal kuku vascular, ujung jari harus dipucatkan (blanched) untuk menentukan apakah warna berubah. Jika pigmen berasal dari pembuluh-pembuluh darah (misalnya., pada methemoglobinemia), maka warna tersebut biasanya hilang. Jika pigmentasi tidak berubah pada uji blancing, maka bisa dihilangkan dengan sebuah penlight yang ditekankan pada pulpa, yang berarti bahwa pigmen terletak dalam pangkal kuku; posisi pasti dari...

Komplikasi-Komplikasi yang Ditimbulkan Oleh Injeksi Pemblokir Saraf Alveolar Secara Intra-Arterial

Abstrak Latar belakang: Injeksi pemblokir saraf alveolar inferior secara intravaskular yang tidak diinginkan akan menyebabkan komplikasi-komplikasi yang mengganggu, baik secara sistemik maupun secara lokal. Sangat dianjurkan agar dokter gigi mendiagnosa komplikasi tersebut dan mengobatinya dengan tepat. Terkadang, beberapa reaksi terjadi secara simultan. Deskripsi kasus: Disini disajikan sebuah laporan kasus yang mengilustrasikan beberapa dari berbagai komplikasi yang timbul akibat injeksi pemblokir saraf alveolar inferior. Pada kasus ini, komplikasi terjadi akibat injeksi anestesi lokal secara intra-arterial. Kulit wajah, struktur intraoral dan mata juga terkena. Dalam waktu 60 menit setelah injeksi, semua struktur tersebut kembali ke kondisi normal. Diagnosis cepat dan penenangan biasanya dapat menenteramkan pasien. Komplikasi klinis: Bahkan apabila para tenaga klinis menggunakan perawatan yang terbaik, dengan penuh pertimbangan sebelum injeksi dan mencermati tanda-tanda anatom...

KLASIFIKASI DISFUNGSI-DISFUNGSI ORGAN

Ada banyak cara untuk mengklasifikasikan gangguan-gangguan organ. Metode klasifikasi yang digunakan disini mengikuti metode DSM-III – dengan beberapa penambahan – untuk kelompok utama yaitu sindrom otak organik dan penyakit mental organik. Sindrom otak organik didefinisikan sebagai gangguan-gangguan yang menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala psikologis tertentu tanpa adanya etiologi spesifik yang diketahui. Kelompok ini mencakup : Sindrom otak organik, sindrom delirium Pendekatan pengobatan

Sistem Kekebalan Alami

Sistem kekebalan alami (innate immunity) merupakan sistem pertahanan yang pertama terhadap infeksi. Mekanisme kekebalan alami terjadi sebelum menemukan mikroba dan diaktivasi dengan cepat oleh mikroba sebelum terjadinya respon imun adaptif (lihat Bab 1, Gbr. 1-1). Sistem kekebalan alami juga merupakan mekanisme pertahanan yang tertua secara filogenetik terhadap mikroba dan terbentuk untuk melindungi semua organisme multisel, termasuk tanaman dan serangga, dari infeksi. Sistem kekebalan adaptif (adaptive immunity) yang diperantarai oleh limfosit T dan B dapat ditemukan pada hewan vertebrata yang memiliki rahang dan mendukung sistem kekebalan alami untuk meningkatkan pertahanan host terhadap mikroba. Pada Bab 1, kita telah memperkenalkan konsep bahwa respon kekebalan adaptif dapat meningkatkan fungsi antimikroba dari sistem kekebalan alami dan menghasilkan memori pengenalan antigen dan spesialisasi mekanisme-mekanisme efektor. Dalam bab ini, kita akan menguraikan komponen-komponen, spesi...

Limfogranuloma vereneum (LGV)

Limfogranuloma vereneum (LGV) merupakan sebuah infeksi yang tertularkan secara seksual (STI) yang disebabkan oleh serovar unik dari Chlamydia trachomatis (L1, L2, L3) yang  berbeda dengan serovar yang biasanya menyebabkan uretritis, cervicitis, dan proctitis (A-K). Penyakit ini hanya terjadi secara sporadis di Amerika Utara tetapi menjadi endemik di berbagai daerah di negara-negara berkembang. Sebuah perjangkitan terbaru LGV proctocolitis telah dilaporkan diantara pria yang melakukan hubungan seks dengan pria di Amerika Utara dan Eropa. Banyak dari individu ini yang terinfeksi ganda dengan HIV.    HIV merubah riwayat alami dan respons terhadap terapi berbagai infeksi STI; akan tetapi, dampaknya terhadap LGV masih belum jelas. Belum ada bukti terbaru yang mendukung perbedaan dalam hal akuisisi, riwayat alami, atau respons terhadap terapi LGV jika disertai dengan infeksi HIV.

Diagnosa dan Pengobatan Impetigo

Impetigo merupakan sebuah infeksi permukaan kulit yang menular dan paling umum menimpa anak-anak yang berusia dua sampai lima tahun. Ada dua tipe impetigo yaitu impetigo nonbullous (yaitu impetigo contagiosa) dan impetigo bullous. Diagnosa biasanya dilakukan secara klinis, meski kultur juga biasa digunakan. Walaupun impetigo biasanya sembuh dengan sendirinya dalam beberapa pekan tanpa bekas, namun pengobatan dapat membantu meredakan rasa nyeri, memperbaiki kenampakan kosmetik, dan mencegah penyebaran organisme yang bisa menyebabkan penyakit lain (misalnya glomerulonefritis). Tidak ada pengobatan standar untuk impetigo, dan banyak pilihan yang tersedia. Antibiotik topikal mupirocin dan asam fusidic bisa digunakan secara efektif dan bisa lebih baik dibanding antibiotik oral. Antibiotik-antibiotik oral harus dipertimbangkan untuk pasien-pasien yang mengalami penyakit ekstensif. Penicillin V oral jarang ada yang efektif; disamping itu, tidak ada kelebihan yang jelas diantara penicillin ant...

DERMATOSIS-DERMATOSIS DARI LINGKUNGAN AIR (DERMATOLOGI AKUATIK)

Planet bumi sebagian besar ditutupi oleh air. Jika semua laut, danau, dan sungai digabungkan, maka permukaan bumi yang tertutupi mencapai tujuh per sepuluh bagian. Sebenarnya kita hidup di Planet Air dan bukan di Planet Bumi. Manusia memiliki kecenderungan untuk menjelajahi, menikmati dan mengeksplorasi perbatasan perairan ini. Keterpaparan dengan air ini telah menjadikan kita lebih rentan untuk megalami dermatosis akuatik.     Disamping itu, dunia sudah semakin moderen. Sehingga, daerah-daerah yang terpencil sudah dapat diakses dengan mudah dan cepat oleh manusia. Seorang penyelam bisa disengat oleh urchin laut di Laut Merah, dan 2 hari kemudian terlihat berada di kantor dermatologis di Knoxville, Tennessee untuk diagnosa dan perawatan. Tidak diragukan lagi, terjadi peningkatan masalah terkait-air yang terus menerus dalam praktek dermatologi dan dermatopatologi kita.    

Bahaya yang dapat ditimbulkan berenang dan menyelam terhadap kulit

Aktivitas reakreasi di air yang semakin populer telah menjadikan berbagai dermatosis terkait-air sebagai kondisi yang dominan. Para amatiran dalam berenang di bawah air dan penerjun scuba tidak selamanya menyadari bahaya-bahaya yang ada, khususnya jika aktivitas-aktivitas ini dilakukan pada perairan-perairan yang jarang dikunjungi pada hari libur. Bahaya-bahaya umum     Bahaya radiasi UV yang terkait dengan berenang dan olahraga air lainnya dibahas di Bab 24. orang-orang yang jatuh dari perahu ke dalam air yang sangat dingin bisa mati dalam beberapa menit sebelum pelindung khusus dari panas dilepaskan. Merendam diri terlalu lama dalam air laut yang hangat bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit akibat serapan percutaneous (ketidakseimbangan imersi).

Dermatitis Cercarial

Dermatitis cercarial adalah nama yang diberikan untuk sekelompok penyakit kulit yang memiliki etiologi umum – penetrasi kulit oleh cercariae yang hidup bebas dari schistosoma di luar manusia. Ada beberapa nama lain untuk penyakit ini, seperti penyakit gatal perenang (swimmer's itch), penyakit gatal penggali remis, penyakit gatal sedge-pool, koganbyo dan penyakit gatal sawah. Meskipun gambaran klinis dari kondisi-kondisi ini serupa bagaimanapun etiologinya, namun ada tiga jenis utama dari dermatitis cercarial, yaitu:    

Objective Structured Clinical Examination (Ujian Klinis Terstruktur Objektif)

PENDAHULUAN Mempersiapkan diri untuk tes Mungkin anda membeli buku ini karena anda akan menjalani ujian OSCE. Untuk membantu ada mempersiapkan diri, tujuan utama kami dalam buku ini adalah: Menjelaskan apa yang dimaksud OSCE Memaparkan format tes ini Memberikan beberapa contoh kepada anda Menunjukkan bagaimana anda bisa menyelesaikannya, dan apa yang diinginkan oleh pemeriksa Memberikan petunjuk kepada anda tentang bagaimana mengembangkan keahlian dan mempersiapkan diri untuk ujian Menyajikan material buku dengan cara yang dapat membantu anda untuk merevisi Memberikan kepada anda cara-cara untuk membuat ujian lengkap pada level-level berbeda untuk menilai kemajuan anda. Latihan untuk kompetensi klinis dasar 

Sindrom Lisis Tumor

Sindrom lisis tumor merupakan sebuah kondisi darurat oncologi yang ditandai dengan kelainan-kelainan elektrolit yang parah, kadar asam urat yang tinggi, dan umumnya menghasilkan gagal ginjal akut. Sindrom ini biasanya terjadi pada pasien dengan keganasan limfoproliferatif setelah memulai kemoterapi. Obat-obat sitotoksik menyebabkan lisis sel tumor secara besar-besaran, yang selanjutnya melepaskan banyak kalium, fosfat, dan asam urat. Deposisi kristal-kristal asam urat dan kalium fosfat dalam tubula-tubula ginjal bisa mengarah pada gagal ginjal akut; gangguan ginjal yang telah ada sebelumnya bisa semakin memperburuk kondisi metabolik ini.    

Stomatitis Nikotin

PENDAHULUAN Latar Belakang    Stomatitis nikotin (smoker palate), sebuah lesi pada mukosa palatal, telah disebutkan dalam literatur sejak 1926. Pada tahun 1941, Toma menyebut lesi ini sebagai stomatitis nikotin karena hampir hanya ditemukan pada orang yang merokok. Uap panas pekat dari asap produk-produk tembakau (rokok) menyebabkan stomatitis nikotin. Perubahan-perubahan mukosa ini, paling sering diamati pada perokok cangklong dan perokok cerutu dan kurang sering pada pada perokok filter. Umumnya, kondisi ini bersifat asimptomatik atau sedikit mengiritasi. Pasien biasanya melaporkan bahwa mereka tidak menyadari adanya lesi ini atau telah mengalaminya selama bertahun-tahun tanpa ada perubahan.

Kemajuan Dalam Diagnosa Tuberculosis Dengan Pendekatan Molekuler

Diagnosa tuberculosis secara dini dan akurat sangat penting untuk keberhasilan penatalaksanaannya. Beberapa metode yang tersedia untuk diagnosa tuberculosis antara lain uji tuberculin, pemeriksaan radiologi dan metode-metode pencitraan lainnya dan mikroskopi smear sputum. Histopatologi karakteristik merupakan sebuah pendekatan yang sangat penting tapi kemungkinan agak sulit untuk memperoleh spesimen yang representatif dan sifat-sifat yang tidak spesifik bisa menjadi masalah. Immunologi seringkali tidak konklusif sebagai antibodi dan respon hypersensitifitas tipe lambat terjadi setelah redanya penyakit klinis atau sub-klinis. Mikroskopi smear sputum memiliki masalah dalam hal sensitifitas dan spesifitas. Kultur lebih sensitif dan saat ini merupakan tolak ukur bagi diagnosis, tetapi lamanya waktu yang diperlukan dan seringnya diperoleh hasil negatif yang menghasilkan spesimen paucibacillary merupakan kekurangan utama dari metode ini. Selama 10 tahun terakhir, kemajuan utama dalam mehami ...

HYPERHIDROSIS TERLOKALISASI

Hyperhidrosis sirkumskrib unilateral idiopatik     Daerah yang terlibat pada hyperhidrosis sirkumskrib unilateral biasaya berbatas tegas dan tidak lebih dari 10 x 10 cm2. Terjadi utamanya pada wajah dan ekstremitas atas individu-individu yang kurang sehat. Keringat yang berlebihan, yang biasanya keluar akibat panas, bisa berlangsung selama 15 hingga 60 menit. Pada beberapa pasien, stimulasi mental dan sensasi rasa (gustatory) (khususnya pada hyperhydrosis wajah) juga dapat memicu keluarnya keringat. Tidak ada neuropati sensoris atau motoris, gejolak pada wajah, sakit kepala, salivasi yang berlebihan, lakrimasi, vasodilasi, atau piloereksi yang menyertainya. Patogenesis hyperhidrosis sirkumskrib masih belum diketahui. Berkeringat bisa dikendalikan dengan pengaplikasian lokal garam-garam aluminium 25% atau agen-agen anticholinergis topikal atau dengan clonidin sistemik (yang dapat menghambat mengalirnya simfatetik sentral). Injeksi lokal toksin botulisme pada daerah yang ...

Hyalinosis sistemik pada anak: Laporan kasus dan telaah jurnal

Abstrak Hyalinosis sistemik pada anak (ISH) merupakan sebuah penyakit resesif autosomal progresif yang jarang terjadi, biasanya fatal pada usia 2 tahun. Onset klinis biasanya terjadi dalam beberapa pekan pertama setelah kelahiran. Penyakit ini ditandai dengan kontraktur (kekakuan) sendi, osteopenia, perkembangan diri terhambat, hypertropi gingiva, diare, enteropati yang kehilangan protein, dan infeksi yang sering. Manifestasi dermatologi mencakup kulit menebal, hyperpigmentasi, nodul-nodul perianal, dan papula-papula wajah. Histopatologi menunjukkan deposit-deposit hyalin dalam dermis dan organ-organ visceral. Disini kami memaparkan seorang pasien dengan ISH yang dikuatkan dengan temuan klinis dan histopatologi, serta analisis sekuensi DNA, yang menunjukkan mutasi T118K homozigot terbaru pada gen CMG2.

Sindrom-Sindrom Folikular yang Disertai Dengan Inflamasi dan Atropi

Keratosis folikular merupakan sebuah pola reaksi yang khas dari bagian ostioinfundibuar dari folikel-folikel rambut. Kondisi ini ditentukan oleh plug-plug folikular orthoperkeratotik yang memperbesar ostia dan bisa menonjol keluar dari orifices, menyebabkan permukaan kulit menjadi kasar saat disentuh, bahkan terkadang membuat kulit berbentuk seperti kulit buah pala. Fenomena ini cukup umum, dan bisa ditemukan baik sebagai gejala tersendiri atau terkait dengan berbagai kondisi patologik yang lain. Kenampakan klinis sangat bervariasi, mulai dari yang sangat halus sampai yang mencolok; ini bisa menjelaskan mengapa terdapat banyak data yang timpang tindih berkenaan dengan prevalensi kondisi ini yang berkisar antara 1 persen hingga 44 persen. Beberapa entitas klinis yang saling timpang tindih telah ditemukan. Biasanya, plug-plug horny tidak mengganggu pertumbuhan rambut atau menyebabkan atropi folikular; tetapi entitas yang menyebabkan gangguan pada pertumbuhan rambut dikelompokkan sebagai ...

Manifestasi Infeksi HIV dan Penyakit Terkait-HIV pada Kulit

PENDAHULUAN Sejak munculnya penyakit AIDS pada tahun 1980an, penyakit-penyakit kulit telah diketahui sebagai petunjuk awal yang penting untuk diagnosa infeksi HIV dan juga merupakan petunjuk tentang kemungkinan adanya penyakit sistemik yang terkait. Karena perawatan di masa lampau hanya menekankan pencegahan morbiditas dan mortalitas, maka kesadaran akan banyaknya variasi penyakit kulit yang berkembang dikalangan pasien sangat penting.     Epidemiologi infeksi HIV dan komplikasinya telah berubah di berbagai belahan dunia sejak ditemukannya terapi antiretrovital yang sangat aktif (HAART) yang memiliki kapabilitas hampir dapat menghilangkan virus dari orang yang terkena infeksi. Sebagai konsekuensinya, banyak penyakit kulit yang terkait dengan penyakit HIV (misalnya sarcoma Kaposi) serta infeksi oportunis yang serius (Ols) juga terlihat kurang sering terjadi dan pasien bertahan hidup lebih lama. Dengan kelangsungan hidup yang lebih lama, masalah-masalah medis yang sebel...