Posts

Showing posts with the label Kedokteran Gigi

Root Coverage pada resesi-resesi gingiva terisolasi dengan menggunakan autograf dan allograf: sebuah studi pendahuluan

Abstrak Latar belakang: Berbagai tehnik bedah telah digunakan untuk mengobati resesi-resesi gingiva. Studi pendahuluan ini membandingkan berbagai hasil klinis dari  perawatan kelaian gingiva terisolasi dengan menggunakan flap yang dipasang secara koronal dan terkait dengan okulasi (cangkokan) jaringan konektif sub-epithelial (SCTG) atau sebuah okluasi (cangkokan) matriks dermal aseluler (ADM). Metode: Kedalaman probing (PD), tingkat perlekatan klinis (CAL), kedalaman resesi gingiva (GRD), dan lebar (KT) dan ketebalan (GT) jaringan keratin diukur pada awal penelitian dan 6 bulan setelah bedah. Hasil: Nilai mean cakupan akar adalah 50% pada kelompok uji (mewakili pergeseran margin gingiva 2,1 ± 0,99 mm) dan 79,5% pada kelompok kontrol (mewakili pergeseran gingiva 3,5 ± 1,20 mm). Hasil-hasil ini secara statistik berbeda pada perbandingan intra-kelompok dan antar-kelompok (P < 0,05). Perbandingan antar kelompok menunjukkan pertambahan CAL, GRD dan GT lebih besar yang signifik...

Face Bow

Face bow adalah sebuah alat mirip jangka-lengkung yang digunakan untuk mencatat hubungan antara rahang dengan aksis buka rahang dan untuk mengorientasikan cast pada hubungan yang sama ini dengan aksis buka dari artikulator. Disini pentin untuk diperhatikan bahwa ini adalah sebuah hubungan antara rahang dengan aksis pergerakan, bukan sebuah hubungan anatomik antara rahang dan TMJ, kecuali apabila aksis pergerakan mungkin terjadi dekat dekat dengan TMJ. (Beberapa dokter dan teknisi juga mempertimbagkan face bow sebagai sebuah instrumen yang nyaman untuk mendukung cast sambil terpasang pada artikulator). Instrumen ini terdiri dari sebuah kerangka berbentuk U atau engsel yang cukup besar untuk membentang dari mulai daerah salah satu TMJ di sekitar bagian depan wajah (5 sampai 7,5 cm di depannya) sampai TMJ yang lain dan cukup lebar untuk menghindari kontak dengan sisi-sisi wajah. Bagian-bagian yang menyentuh kulit di dekat TMJ adalah batang-batang condyle, dan bagian yang menyentuh lingkar...

Evaluasi dan Perbandingan Retensi Post-Post Estetik

Abstrak Fungsi utama sebuah post corona-radicular adalah untuk memberikan retensi bagi sebuah inti dan retensi tersebut penting bagi ketahanan restorasi yang dipasang pada gigi yang dirawat secara endodontik. Logam cast post-and-core telah menjadi sebuah tehnik yang umum digunakan di masa lalu untuk meningkatkan retensi mahkota dan jembatan pada gigi nonvital. Dengan banyaknya pilihan estetik yang tersedia untuk merestorasi gigi anterior, restorasi-restorasi post-and-core berwarna saat ini telah menjadi sebuah pilihan untuk merestorasi gigi non-vital. Akan tetapi, dalam survei literatur, sangat sedikit artikel yang ditemukan membahas tentang retensi post-post estetik yang sudah jadi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan dan membandingkan: 1. Retensi post-post estetik dalam saluran akar. 2. Efek agen-agen pengikat terhadap retensi post. 3. Perbedaan (jika ada) dengan post-post logam cast konvensional. Kata kunci: Agen pengikat, perekatan, serat kaca, Instron, lent...

Koreksi Open Bite Skeletal dengan Alat RMI (Rapid Molar Intruder) pada Anak-Anak Yang Sedang dalam Masa Perkembangan

Abstrak Tujuan : Untuk menentukan efek dentofacial dari sebuah alat fungsional cekat, yaitu RMI (Rapid Molar Intruder). Bahan dan Metode : Dalam penelitian ini dibentuk satu kelompok kontrol (n = 10) dan dua kelompok perlakuan (n = 10 masing-masing). Kelompok perlakuan pertama terdiri dari anak-anak yang sedang mengalami periode pertumbuhan gigi campuran yang hanya mendapatkan terapi RMI. Kelompok perlakuan kedua terdiri dari anak-anak yang telah memasuki masa pertumbuhan awal gigi permanen dan mengalami terapi RMI dan terapi alat cekat (edgewise) secara bersamaan. Perubahan nilai mean untuk pengukuran bagi masing-masing kelompok dievaluasi dengan uji Wilcoxon. Perbandingan perubahan nilai mean antara kelompok dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil : Koreksi open-bite dicapai dengan perputaran mandibula dengan arah berlawanan jarum-jam sebagai akibat dari pertumbuhan yang menyimpang pada kelompok perlakuan. Sudut ANB berkurang secara signifikan (P < 0,05). Pengurangan sign...

Efek dari dua obat-kumur klorheksidin baru terhadap perkembangan plak gigi, gingivitis, dan diskolorasi; sebuah penelitian gingivitis eksperimental selama 3-pekan yang dirancang secara acak, samar-pengamat dan terkontrol placebo.

Abstrak Tujuan: Tujuan dari penelitian gingivitis eksperimental ini adalah untuk mengevaluasi efikasi dan keamanan pemakaian dua obat-kumur klorheksidin (CHX) baru. Bahan dan metode : Sebanyak 90 relawan berpartisipasi dalam penelitian yang dirancang secara acak, samar-pengamat dan terkontrol klinis dan dibagi ke dalam  kelompok-kelompok paralel. Selama periode perlakuan, tidak ada tindakan kesehatan mulut yang dilakukan kecuali berkumur dengan 0,2% CHX non-alkohol atau 0,2% CHX/0,055% obat-kumur sodium fluoride. Larangan ini tidak berlaku bagi kontrol positif atau kontrol negatif. Parameter primer adalah indeks gingiva; parameter sekunder adalah indeks plak, indeks diskolorasi, dan perdarahan pada saat probing. Pemeriksaan klinik dilakukan 14 hari sebelum dimulainya penelitian, kemudian pada saat dimulai penelitian, kemudian setelah 7, 14, dan 21 hari. Uji ANCOVA, ANOVA dan uji-t  two sampel digunakan untuk analisis statistik. Hasil: Tidak ada perbedaan efikasi yang dit...

Dentigerous cyst yang terkait dengan mesiodens berganda: Sebuah laporan kasus

Abstrak Dentigerous cyst merupakan sebuah kista odontogenik tahap perkembangan, yang terjadi akibat akumulasi cairan di antara epitelium email-gigi yang berkurang dan mahkota dari sebuah gigi yang belum erupsi. Jika diamati pada gigi yang telah erupsi sempurna, diagnosanya cukup mengejutkan: sekitar 95% dentigerous cyst melibatkan gigi geligi permanen dan hanya 5% yang terkait dengan supernumerary teeth. Dentigerous cyst yang terkait dengan supernumerary teeth memiliki kenampakan klinis yang biasa terjadi pada usia 40 tahun pertama. Mesiodens adalah sebuah supernumerary teeth yang terletak antara incisor-incisor sentral atas. Lebih sering mesiodens terjadi secara unilateral, meski bisa juga bilateral, sedangkan tiga atau lebih supernumerary teeth di daerah tengah palatal lebih jarang ditemukan. Disini diaporkan sebuah kasus kista dentigerous dalam kaitannya dengan mesiodens berganda pada seorang pasien wanita yang berusia 14 tahun. Kata kunci: Dentigerous cyst, mesiodens, supernume...

Sebuah kajian terhadap kesadaran dan kebutuhan prostodontik pada sebuah populasi lansia di pedesaan India

Abstrak Sebanyak 80% kehidupan di India berlangsung di pedesaan, yang berbeda dengan kehidupan yang berlangsung di kota, dimana kebanyakan mereka yang tinggap di pedesaan adalah orang-orang yang buta huruf dan tidak berpendidikan. Beberapa orang terdidik dari mereka akan bermigrasi dari desa ke kota untuk mencari nafkah dan pelung usaha yang lebih baik. Dengan alasan yang sama, para dokter gigi lebih memilih untuk tinggal di perkotaan. Yang menjadi korban dari situasi ini adalah orang-orang lansia yang ada di pedesaan. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan prostodontik, tingkat pemenuhannya, kesadaran akan kebutuhan prostodontik dan alasan-alasan tidak terpenuhinya kebutuhan pada sub-populasi pedesaan India yang sudah menua ini.

Diagnosis, Pencegahan dan Pengobatan Karies Akar

Pendahuluan     Karies gigi merupakan sebuah penyakit lama yang telah ditemukan pada gigi-gigi tengkorak dari seluruh dunia dimana manusia primitif hidup di daerah-daerah terisolir dan diet yang kekurangan bahan makanan olahan dan berkarbohidrat tinggi. Selama abad ke-17, gula semakin banyak tersedia dan lebih murah di Eropa dan diet lebih banyak merupakan makanan olahan. Akibatnya, karies menjadi sebuah masalah endemik dari tahun ke tahun. Sekarang ini, para pengamat demografi menganggap karies akar sebagai sebuah isu penatalaksanaan pasien yang signifikan di dekade mendatang karena semakin banyak populasi lansia yang mempertahankan gigi alaminya.

Kedokteran-Gigi Iatrogenik dan Periodonsium

Abstrak Kesehatan jaringan lunak dan jaringan keras sekitar sangat penting untuk berfungsinya susunan gigi alami secara optimal. Dokter gigi memegang sebuah peran positif dalam mempertahankan kesehatan jaringan-jaringan mulut yang sakit pada saat dilakukan diagnosa yang cermat dan hati-hati, perencanaan perawatan dan prosedur-prosedur perawatan. Disisi lain, dokter gigi juga bisa berperan dalam memburuknya kerusakan jaringan sebagai akibat dari terapi gigi yang tidak cermat dan tanpa pertimbangan. Artikel ini merupakan sebuah review tentang dampak prosedur-prosedur gigi yang umum terhadap periodonsium. Kata kunci : Lebar biologik, kedokteran-gigi iatrogenik, periodonsium

Manajemen Prostetik Maxillofacial Seorang Pasien Yang Menderita Hemifacial Microsomia

Pengobatan yang dipilih untuk pasien penderita hemifacial microsomia biasanya adalah rekonstruksi bedah. Penggunaan implant kraniofacial telah mengupayakan untuk menggunakan prostesis implant-retained. Artikel ini menyajikan sebuah kasus dimana kelainan craniofacial ini dirawat dengan menggunakan prostesa auricular yang ditopang implant (implant-retained) untuk penggantian organ pinna. Metode manajemen ini merupakan pendekatan yang praktis bagi pasien meskipun melibatkan banyak tenaga klinis. Metode ini dapat memberikan perawatan komprehensif, dengan perbaikan kualitas hidup untuk pasien semacam ini.

Macam-Macam Kelainan Dentofacial Dan Penatalaksanaannya Pada sebuah Populasi Asia Multi-etnis

ABSTRAK Tujuan : Tujuan dari penelitian retrospektif ini adalah untuk mengamati berbagai bentuk kelainan dentofacial dan penatalaksanaannya pada sebuah komunitas Asia multi-etnis. Bahan dan Metode : Selama periode 3 tahun (2001 sampai 2003), sebanyak 212 pasien yang mengalami kelainan dentofacial dan telah mengalami bedah ortognatik pada sebuah specialist center tersier nasional di Singapura direview dalam penelitian ini. Pasien-pasien dengan bibir dan langit-langit mulut yang retak atau menderita sindrom, dikeluarkan dari penelitian ini. Hasil: Usia rata-rata (rentang: 16 sampai 58 tahun) pasien adalah 24,0 tahun (Standar Deviasi 6,4) dan rasio antara wanita dan pria adalah 1,3:1. Kelompok etnis yang dominan adalah China (91,5%). Mayoritas pasien mengalami kelainan pola Kelas III skeletal (68%). Asimetri didiagnosa pada 36% dari semua kasus dan pada 48% kasus Kelas III skeletal. Kelebihan maxillary vertikal didiagnosa pada 21% dari semua kasus dan pada 47% dari kasus Kelas II sk...

Pemasangan Implant Gigi pada Pasien Diabetes: Sebuah Penelitian Retrospektif

Para pasien diabetes sudah umum dianggap sebagai kandidat untuk pemasangan implant gigi. Penelitian ini melaporkan hasil dari pemasangan implant pada 34 pasien penderita diabetes yang dirawat dengan 227 implant Branemark. Pada saat pembedahan tahap kedua, sebanyak 214 dari implant tersebut telah berpadu dengan tulang, dengan tingkat ketahanan 94,3%. Hanya satu kegagalan yang diidentifikasi diantara 177 implant yang ditindaklanjuti sampai restorasi akhir, tingkat ketahanan klinis 99,9%. Screening untuk diabetes dan upaya untuk memastikan bahwa kandidat implant dikontrol secara metabolic, direkomendasikan untuk meningkatkan peluang keberhasilan perpaduan dengan tulang. Perlindungan antibiotik dan penghindaran merokok harus dipertimbangkan. Kata kunci : implant gigi, diabetes, perpaduan-tulang, prostesa implant

IMPLAN GIGI

Pengertian Implan Gigi     Implant gigi adalah jangkar-jangkar logam yang dipasang dalam tulang rahang di bawah jaringan gusi untuk mendukung gigi tiruan yang menggantikan gigi asli. Berbeda dengan jenis penggantian gigi lainnya, seperti gigi-tiruan removable atau jembatan cekat yang direkatkan dengan gigi yang tertinggal, implant gigi benar-benar dipasang (ditanam) ke dalam tulang rahang di bawah jaringan gusi.     Implant-implant ini biasanya terbuat dari logam yang disebut titanium, yang bisa ditolerir oleh tubuh, dan gigi tiruan yang mirip dengan gigi asli kemudian dipasang pada implant tersebut. Sejak disetujui oleh ADA, implant gigi telah digunakan selama beberapa tahun, dan ratusan ribu telah dipasang. Karena adanya fenomena yang disebut “osteointegrasi” yang berarti bahwa tulang benar-benar terpasang dengan sendirinya pada implant, maka jangkar-jangkar ini menjadi fondasi kuat yang memungkinkan orang-orang yang kehilangan gigi bisa mengunyah sec...

Pelurusan Gigi Molar Kedua Permanen Yang Terimpaksi Sebagian

Abstrak Impaksi gigi molar kedua bawah tidak menjadi sebuah masalah yang umum, tetapi sangat menantang baik bagi ortodontist atau ahli-bedah mulut. Opsi-opsi perawatan tergantung pada keparahan inklinasi gigi, posisi molar ketiga, dan tipe pergerakan yang diinginkan, yang bisa bersifat bedah dan/atau ortodontik. Alternatif perawatan yang baik adalah pembukaan (uncovering)  secara bedah dengan erupsi yang dibantu secara ortodontik. Dalam penelitian ini disajikan sebuah kasus pelurusan yang sukses dengan menggunakan penopang tip-back alloy titanium molibdenum (TMA) 0,017 x 0,025 – inch. Aspek-aspek yang berbeda dari pelurusan molar kedua yang terimpaksi dibahas dengan merujuk pada literatur. Karakter iatrogenik dari impaksi molar lebih ditekankan. Kata Kunci: Pelurusan gigi molar, impaksi molar kedua, penopang tip-back.

Pengaruh Vancomicyn Terhadap Plak Setelah Bedah Periodontal

Kemampuan vancomycin untuk mengurangi pembentukan plak gigi setelah bedah periodontal diteliti dalam penelitian ini. Terdapat pengurangan plak secara signifikan selama periode waktu yang diamati. Dan stain ekstrinsik ditemukan pada gigi beberapa pasien. Pengendalian plak dentogingival adalah tujuan utama dalam kedokteran gigi preventif. Plak ini telah disebutkan sebagai faktor etiologi utama dalam karies dan penyakit periodontal. Vancomycin hidroklorida telah dianjurkan sebagai sebuah obat  yang dapat digunakan untuk kontrol plak ini. Dalam penelitian ini, hypotesis selanjutnya diuji: Vancomycis hidroklorida, apabila diaplikasikan secara topikal pada pasta dan formulasi salep, setelah pemindahan peutup periodontal, dapat mengurangi pembentukan plak dentogingival dan reaksi-reaksi inflammatory yang terkait.

Osteoradionekrosis Rahang Bawah

PENDAHULUAN     Osteoradionekrosis (ORN) adalah sebuah kondisi tulang nonvital pada sebuah tempat terjadinya cedera akibat radiasi. ORN bisa terjadi secara spontan, tetapi paling sering disebabkan oleh cedera jaringan. Tidak mampunya jaringan melakukan reparasi adalah akibat dari cedera radiasi yang terjadi sebelumnya. Bahkan trauma kecil seperti cedera yang terkait dengan gigi, ulser, atau pencabutan gigi bisa mengganggu kemampuan reparasi tulang yang cedera akibat radiasi. Secara umum ada 3 kelas penyakit ini yang diketahui (kelas I, II, dan III). ORN Kelas I merupakan kenampakan yang paling umum. Tulang alveolar yang terpapar diamati. Kelas II mencakup ORN yang tidak merespon terhadap terapi oksigen hiperbarik (HBO) dan memerlukan sekuestrektomi/saucerisasi. Kelas III ditunjukkan oleh keterlibatan fraktur seluruh lapisan dan/atau fraktur patologik. Dengan demikian, pasien bisa menunjukkan ORN kelas I atau kelas III pada kenampakan awal.

Dimensi-Dimensi Lengkung Gigi selama Pertumbuhan-Gigi Campuran (Mixed Dentition) : Sebuah Studi terhadap Anak-Anak Italia yang Dilahirkan antara Tahun 1950an dan 1990an

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan dimensi-dimensi lengkung gigi selama pertumbuhan-gigi campuran (mixed dentition) pada dua sampel kontemporer yang tinggal di daerah geografis yang sama dan berselisih sekitar 35 tahun. Sebuah kelompok yang terdiri dari 83 subjek (39 laki-laki dan 44 perempuan) yang lahir antara tahun 1953 sampai 1959 (usia rata-rata : 8 tahun 3 bulan +/- 15 bulan untuk laki-laki dan 7 tahun 8 bulan +/- 12 bulan untuk perempuan) dibandingkan dengan sebuah kelompok yang terdiri dari 84 subjek (38 laki-laki dan 46 perempuan) yang lahir antara 1990 dan 1998 (usia rata-rata : 8 tahun 8 bulan +/- 12 bulan untuk laki-laki dan 8 tahun 4 bulan +/- 11 bulan untuk perempuan. Pengukuran-pengukuran dilakukan pada cast gigi untuk segmen-segmen lengkung posterior dan anterior, lebar intermolar dan intercanine, dan ukuran mesiodistal incisor. Ruang anterior yang tersedia pada kedua lengkung dan dimensi terbalik anterior dihitung. Kelompok-kelompok dibandi...

Gingivitis

PENDAHULUAN Latar belakang Gingivitis merupakan sebuah proses inflammatory yang terbatas pada jaringan epitel mukosa disekitar bagian cervical dari gigi dan juga merupakan proses alveolar. Gingivitis diklasifikasikan menurut kenampakannya (misalnya, ulceratif, hemorrhagic, necrotizing, purulent), etiologi (misalnya, ditimbulkan oleh obat, hormonal, nutrisional, infeksi, ditimbulkan oleh plak), dan durasi (akut, kronis). Tipe gingivitis yang paling umum adalah bentuk kronis yang ditimbulkan oleh plak. Gingivitis ulceratice nekrosis akut (ANUG, atau trench mouth) merupakan sebuah gingivitis infeksi yang akut. Istilah trench mouth digunakan pada Perang Dunia I ketika ANUG umum mengenai tentara-tentara trench-bound.

Pengaruh faktor-faktor sosio-demografi terhadap pengetahuan kesehatan mulut, sikap dan perilaku pada sebuah populasi wanita.

Abstrak Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti efek variabel-variabel sosio-demografi dan kebiasaan merokok terhadap pengetahuan kesehatan mulut, sikap dan perilaku pada sebuah populasi wanita. Bahan dan Metode: Sebanyak 528 ibu merespon terhadap kuesioner yang diberikan sendiri. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80,6% ibu meyakini bahwa kehamilan memiliki efek terhadap gigi dan gusi mereka, dan lebih dari sepertiga yang meyakini bahwa mereka kehilangan satu gigi untuk setiap kehamilan. Wanita yang bekerja dari kelompok usia yang lebih tua dan memiliki pendidikan lebih tinggi, serta yang banyak anak dan banyak hamil, menunjukkan sikap yang lebih sering. Sekitar 72% wanita meyakini bahwa kehamilan dapat menghilangkan kalsium dari gigi mereka dan ini adalah keyakinan yang umum diantara para wanita Saudi yang memiliki status sosial ekonomi lebih tinggi. Dua pertiga responden sadar bahwa selama kehamilan, kesehatan mulut mereka dapat mempengaruhi kesehatan d...

Gel-Gel Dental Pelepas Obat Yang Terkontrol

Latar Belakang     Coba kita perhatikan sebuah potret George Washington beberapa saat setelah dia menjadi Presiden pertama Amerika Serikat, dan kemungkinan-kemungkinan dia tampak memiliki mulut yang membesar. Seperti yang ditunjukkan, Washington sering berjuang untuk memenangkan sebuah pertempuran pada mulutnya, dengan memaksa rahangnya menahan menekan logam-logam baja yang menopang gigi tiruan yang diapakinya. Sekarang ini, segalanya menjadi lebih baik bagi para pemakai gigi-tiruan. Bahkan 200 tahun ke depan, segalanya tidak lagi seperti sekarang.