Konjungtivitis Alergi
1. Definisi
Konjungtivitis alergi adalah sebuah infeksi pada permukaan bola mata dan di dalam kelompok mata yang diakibatkan oleh reaksi-reaksi alergi dan reaksi-reaksi yang dimediasi imun. Konjungtivitis alergi umum terjadi di musim semi atau musim panas. Jika terjadi pada musim. Jika terjadi pada musim demam karena alergi jerami (hay fever) maka disebut sebagai konjungtivitis alergi musiman dan jika terjadi sepanjang tahun disebut sebagai konjungtivitis perennial.
2. Gejala Klinis
Gejala-gejala yang terkait dengan konjungtivitis alergi sangat penting bagi diagnosis, meski seringkali tidak terdiagnosa. Gejala-gejala pathognomonic dari alergi okluar adalah gatal-gatal; tanpa gatal-gatal, kondisi yang ada tidak boleh dianggap sebagai alergi okular. Gejala lainnya antara lain: keluar air mata, edema konjungtiva dan kelopak mata, mata merah, dan fotopobia.
3. Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan penunjang untuk konjungtivitis alergi bisa dilakukan dengan beberapa cara pengujian.
a. Kultur, smear dan kikisan
Kultur konjungtiva dan smear atau kikisan harus diambil untnuk konjungtivitis kronis, neonatal, hyperakut, atau kojungtivitis rekuren. Juga harus dipertimbangkan untuk kasus-kasus dimana konjungtivitis tidak responsif terhadap perawatan dan untuk pasien-pasien yang terganggu sistem kekebalannya.... (Download Teks Lengkap (PDF)
| Jangan lupa masukkan Verification Code sebelum "Download")
Konjungtivitis alergi adalah sebuah infeksi pada permukaan bola mata dan di dalam kelompok mata yang diakibatkan oleh reaksi-reaksi alergi dan reaksi-reaksi yang dimediasi imun. Konjungtivitis alergi umum terjadi di musim semi atau musim panas. Jika terjadi pada musim. Jika terjadi pada musim demam karena alergi jerami (hay fever) maka disebut sebagai konjungtivitis alergi musiman dan jika terjadi sepanjang tahun disebut sebagai konjungtivitis perennial.
2. Gejala Klinis
Gejala-gejala yang terkait dengan konjungtivitis alergi sangat penting bagi diagnosis, meski seringkali tidak terdiagnosa. Gejala-gejala pathognomonic dari alergi okluar adalah gatal-gatal; tanpa gatal-gatal, kondisi yang ada tidak boleh dianggap sebagai alergi okular. Gejala lainnya antara lain: keluar air mata, edema konjungtiva dan kelopak mata, mata merah, dan fotopobia.
3. Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan penunjang untuk konjungtivitis alergi bisa dilakukan dengan beberapa cara pengujian.
a. Kultur, smear dan kikisan
Kultur konjungtiva dan smear atau kikisan harus diambil untnuk konjungtivitis kronis, neonatal, hyperakut, atau kojungtivitis rekuren. Juga harus dipertimbangkan untuk kasus-kasus dimana konjungtivitis tidak responsif terhadap perawatan dan untuk pasien-pasien yang terganggu sistem kekebalannya.... (Download Teks Lengkap (PDF)
| Jangan lupa masukkan Verification Code sebelum "Download")
Comments
Post a Comment