Posts

POLA-POLA GANGGUAN KOMPONEN-KOMPONEN UNIT KUKU

Diagnosa penyakit kuku hanya didasarkan pada lokasi-lokasi patologi primer dan sekunder. Pembahasan dalam bab ini juga didasarkan pada pendekatan seperti ini. Sifat biologi unit kuku dibahas pada Bab 13 dan bedah kuku dibahas pada Bab 280. Perubahan-Perubahan Kontur Umum     Clubbing didefinisikan sebagai bertambahnya lengkungan kuku secara melintang dan longitudinal. Clubbing terdiri dari hypertrofi komponen-komponen jaringan lunak pada pulpa jari; hyperplasia jaringan fibrovaskular pada pangkal kuku, yang memungkinkan plat kuku menjadi goyang; dan cyanosis lokal. Pada orang normal, jika dorsum dua jari dari tangan yang berlawanan diperhadapkan, maka akan terbentuk sebuah “celah” berbentuk-berlian yang terbentuk pada pangkal alas kuku (Gbr. 72-1). Clubbing yang terjadi secara dini akan membentuk celah yang lain dan membentuk sebuah sudut distal yang jelas antara ujung-ujung kuku (Gbr. 72-2). Hampir 80 persen kasus clubbing diakibatkan oleh gangguan-gangguan intrathor...

Masalah-Masalah Pada Kuku

Trachyonychia (kuku kasar) diamati pada penyakit-penyakit kulit sebagai sebuah dystrophy pada seluruh kuku (20 kuku) atau pada kuku dari salah satu jari, yang diakibatkan oleh penggunaan bahan kimia eksternal. Perubahan-Perubahan Warna Kuku Istilah chromonychia menunjukkan sebuah kelainan warna pada bagian dalam dan/atau permukaan plat kuku dan/atau jaringan-jaringan subungal. Pemeriksaan terhadap kuku-kuku abnormal harus dilakukan dengan jari-jari berada dalam posisi rileks dan tidak menekan pada sebuah permukaan. Untuk membedakan antara perubahan-warna plat kuku dengan pangkal kuku vascular, ujung jari harus dipucatkan (blanched) untuk menentukan apakah warna berubah. Jika pigmen berasal dari pembuluh-pembuluh darah (misalnya., pada methemoglobinemia), maka warna tersebut biasanya hilang. Jika pigmentasi tidak berubah pada uji blancing, maka bisa dihilangkan dengan sebuah penlight yang ditekankan pada pulpa, yang berarti bahwa pigmen terletak dalam pangkal kuku; posisi pasti dari...

Koreksi Open Bite Skeletal dengan Alat RMI (Rapid Molar Intruder) pada Anak-Anak Yang Sedang dalam Masa Perkembangan

Abstrak Tujuan : Untuk menentukan efek dentofacial dari sebuah alat fungsional cekat, yaitu RMI (Rapid Molar Intruder). Bahan dan Metode : Dalam penelitian ini dibentuk satu kelompok kontrol (n = 10) dan dua kelompok perlakuan (n = 10 masing-masing). Kelompok perlakuan pertama terdiri dari anak-anak yang sedang mengalami periode pertumbuhan gigi campuran yang hanya mendapatkan terapi RMI. Kelompok perlakuan kedua terdiri dari anak-anak yang telah memasuki masa pertumbuhan awal gigi permanen dan mengalami terapi RMI dan terapi alat cekat (edgewise) secara bersamaan. Perubahan nilai mean untuk pengukuran bagi masing-masing kelompok dievaluasi dengan uji Wilcoxon. Perbandingan perubahan nilai mean antara kelompok dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil : Koreksi open-bite dicapai dengan perputaran mandibula dengan arah berlawanan jarum-jam sebagai akibat dari pertumbuhan yang menyimpang pada kelompok perlakuan. Sudut ANB berkurang secara signifikan (P < 0,05). Pengurangan sign...

Kontaminasi Air-Tanah dengan Arsenik dan Dampak Kesehatan yang Ditimbulkan Terhadap Penduduk di Sebuah Perkampungan di Bengal Barat, India

Abstrak Sebuah kajian mendalam dilakukan di Rajapur, sebuah perkampungan yang terkontaminasi arsenik di Bengal barat, India, untuk menentukan tingkat kontaminasi air-tanah dengan arsenik dan dampak dari kontaminasi ini terhadap para penduduk. Metode FI-HG-AAS (spektrometri serapan atom generasi hidrida injeksi aliran) digunakan untuk mengukur konsentrasi arsenik dalam air dan sampel-sampel biologis. Para ahli-dermatologi mencatat ciri-ciri dermatologic dari arsenikosis.     Dari total 336 sumur-tabung-pompa-tangan di Rajapur, 91% (307/336) mengandung arsenik pada konsentrasi > 10 ug/l, dan 63% (213/336) mengandung arsenik pada konsentrasi > 50 ug/l. Tipe arsenik pada air-tanah, variasi konsentrasi arsenik menurut kedalaman sumur-tabung, dan konsentrasi ion dalam sumur juga diukur. Secara keseluruhan, 825 dari 3500 penduduk diperiksa lesi-lesi kulit nya; dari jumlah ini, 149 memiliki lesi yang diakibatkan oleh paparan terhadap arsenik. Dari 420 sampel biologis ya...

Komplikasi-Komplikasi yang Ditimbulkan Oleh Injeksi Pemblokir Saraf Alveolar Secara Intra-Arterial

Abstrak Latar belakang: Injeksi pemblokir saraf alveolar inferior secara intravaskular yang tidak diinginkan akan menyebabkan komplikasi-komplikasi yang mengganggu, baik secara sistemik maupun secara lokal. Sangat dianjurkan agar dokter gigi mendiagnosa komplikasi tersebut dan mengobatinya dengan tepat. Terkadang, beberapa reaksi terjadi secara simultan. Deskripsi kasus: Disini disajikan sebuah laporan kasus yang mengilustrasikan beberapa dari berbagai komplikasi yang timbul akibat injeksi pemblokir saraf alveolar inferior. Pada kasus ini, komplikasi terjadi akibat injeksi anestesi lokal secara intra-arterial. Kulit wajah, struktur intraoral dan mata juga terkena. Dalam waktu 60 menit setelah injeksi, semua struktur tersebut kembali ke kondisi normal. Diagnosis cepat dan penenangan biasanya dapat menenteramkan pasien. Komplikasi klinis: Bahkan apabila para tenaga klinis menggunakan perawatan yang terbaik, dengan penuh pertimbangan sebelum injeksi dan mencermati tanda-tanda anatom...

Pembentukan koloid Tc(IV) oksida dengan teknik radiolisis

Ringkasan Koloid Technetium(IV) oksida dibuat dengan tehnik radiolisis melalui radiasi sinar γ ke dalam larutan pertechnetat (TcO4-). Larutan pertechnetat (5,5 x 10-5 – 2,9 x 10-4 M) diradiasi dengan sinar abar dari sebuah akselerator elektron linear pada suhu 40 dan 17oC. Warna larutan yang diradiasi perlahan-lahan berubah menjadi hitam kecoklatan, yang menunjukkan pembentukan koloid Tc(IV) oksida (TcO2.nH2O). Analisis TEM (transmission electron microscopy) menunjukkan bahwa ukuran koloid memiliki diameter yang berkisar antara 30 hingga 130 nm. Sinar-X yang khas dari technetium dan oksigen secara bersamaan dideteksi dari partikel-partikel koloid pada saat pengukuran dengan TEM. Koloid yang berbentuk bulat dihasilkan dengan radiasi pada 40oC, sedangkan partikel-partikel koloid yang berbentuk tidak beraturan dan tersusun atas partikel-partikel kecil (diameter 2 nm) dihasilkan pada suhu 17oC. Konsentrasi TcO4- dalam larutan target perlahan-lahan berkurang seiring dengan meningkatnya do...

Efek dari dua obat-kumur klorheksidin baru terhadap perkembangan plak gigi, gingivitis, dan diskolorasi; sebuah penelitian gingivitis eksperimental selama 3-pekan yang dirancang secara acak, samar-pengamat dan terkontrol placebo.

Abstrak Tujuan: Tujuan dari penelitian gingivitis eksperimental ini adalah untuk mengevaluasi efikasi dan keamanan pemakaian dua obat-kumur klorheksidin (CHX) baru. Bahan dan metode : Sebanyak 90 relawan berpartisipasi dalam penelitian yang dirancang secara acak, samar-pengamat dan terkontrol klinis dan dibagi ke dalam  kelompok-kelompok paralel. Selama periode perlakuan, tidak ada tindakan kesehatan mulut yang dilakukan kecuali berkumur dengan 0,2% CHX non-alkohol atau 0,2% CHX/0,055% obat-kumur sodium fluoride. Larangan ini tidak berlaku bagi kontrol positif atau kontrol negatif. Parameter primer adalah indeks gingiva; parameter sekunder adalah indeks plak, indeks diskolorasi, dan perdarahan pada saat probing. Pemeriksaan klinik dilakukan 14 hari sebelum dimulainya penelitian, kemudian pada saat dimulai penelitian, kemudian setelah 7, 14, dan 21 hari. Uji ANCOVA, ANOVA dan uji-t  two sampel digunakan untuk analisis statistik. Hasil: Tidak ada perbedaan efikasi yang dit...