Posts

Komplikasi-Komplikasi yang Ditimbulkan Oleh Injeksi Pemblokir Saraf Alveolar Secara Intra-Arterial

Abstrak Latar belakang: Injeksi pemblokir saraf alveolar inferior secara intravaskular yang tidak diinginkan akan menyebabkan komplikasi-komplikasi yang mengganggu, baik secara sistemik maupun secara lokal. Sangat dianjurkan agar dokter gigi mendiagnosa komplikasi tersebut dan mengobatinya dengan tepat. Terkadang, beberapa reaksi terjadi secara simultan. Deskripsi kasus: Disini disajikan sebuah laporan kasus yang mengilustrasikan beberapa dari berbagai komplikasi yang timbul akibat injeksi pemblokir saraf alveolar inferior. Pada kasus ini, komplikasi terjadi akibat injeksi anestesi lokal secara intra-arterial. Kulit wajah, struktur intraoral dan mata juga terkena. Dalam waktu 60 menit setelah injeksi, semua struktur tersebut kembali ke kondisi normal. Diagnosis cepat dan penenangan biasanya dapat menenteramkan pasien. Komplikasi klinis: Bahkan apabila para tenaga klinis menggunakan perawatan yang terbaik, dengan penuh pertimbangan sebelum injeksi dan mencermati tanda-tanda anatom...

Pembentukan koloid Tc(IV) oksida dengan teknik radiolisis

Ringkasan Koloid Technetium(IV) oksida dibuat dengan tehnik radiolisis melalui radiasi sinar γ ke dalam larutan pertechnetat (TcO4-). Larutan pertechnetat (5,5 x 10-5 – 2,9 x 10-4 M) diradiasi dengan sinar abar dari sebuah akselerator elektron linear pada suhu 40 dan 17oC. Warna larutan yang diradiasi perlahan-lahan berubah menjadi hitam kecoklatan, yang menunjukkan pembentukan koloid Tc(IV) oksida (TcO2.nH2O). Analisis TEM (transmission electron microscopy) menunjukkan bahwa ukuran koloid memiliki diameter yang berkisar antara 30 hingga 130 nm. Sinar-X yang khas dari technetium dan oksigen secara bersamaan dideteksi dari partikel-partikel koloid pada saat pengukuran dengan TEM. Koloid yang berbentuk bulat dihasilkan dengan radiasi pada 40oC, sedangkan partikel-partikel koloid yang berbentuk tidak beraturan dan tersusun atas partikel-partikel kecil (diameter 2 nm) dihasilkan pada suhu 17oC. Konsentrasi TcO4- dalam larutan target perlahan-lahan berkurang seiring dengan meningkatnya do...

Efek dari dua obat-kumur klorheksidin baru terhadap perkembangan plak gigi, gingivitis, dan diskolorasi; sebuah penelitian gingivitis eksperimental selama 3-pekan yang dirancang secara acak, samar-pengamat dan terkontrol placebo.

Abstrak Tujuan: Tujuan dari penelitian gingivitis eksperimental ini adalah untuk mengevaluasi efikasi dan keamanan pemakaian dua obat-kumur klorheksidin (CHX) baru. Bahan dan metode : Sebanyak 90 relawan berpartisipasi dalam penelitian yang dirancang secara acak, samar-pengamat dan terkontrol klinis dan dibagi ke dalam  kelompok-kelompok paralel. Selama periode perlakuan, tidak ada tindakan kesehatan mulut yang dilakukan kecuali berkumur dengan 0,2% CHX non-alkohol atau 0,2% CHX/0,055% obat-kumur sodium fluoride. Larangan ini tidak berlaku bagi kontrol positif atau kontrol negatif. Parameter primer adalah indeks gingiva; parameter sekunder adalah indeks plak, indeks diskolorasi, dan perdarahan pada saat probing. Pemeriksaan klinik dilakukan 14 hari sebelum dimulainya penelitian, kemudian pada saat dimulai penelitian, kemudian setelah 7, 14, dan 21 hari. Uji ANCOVA, ANOVA dan uji-t  two sampel digunakan untuk analisis statistik. Hasil: Tidak ada perbedaan efikasi yang dit...

Konsep-Konsep dan Prinsip-Prinsip Manajemen Biaya

Hampir seperempat abad yang lalu, Peter F. Drucker menulis artikel “Manajemen Untuk Efektifitas Bisnis” untuk Review Bisnis Harvard. Saya tidak mengetahui seberapa besar pengaruh artikel tersebut setelah itu, tetapi sekarang terlihat bahwa artikel tersebut hanya memiliki sedikit atau tidak ada pengaruh sama sekali – dan, menurut pendapat saya, itu adalah sebuah tragedi.     Drucker menyebutkan bahwa tanggungjawab utama manajemen adalah “bekerja keras untuk hasil ekonomi yang sebaik mungkin dengan sumber-sumber daya yang saat ini digunakan atau yang tersedia.” Kemudian dia memaparkan bagaimana akuntansi biaya yang tidak efektif bisa merusak rute yang harus ditempuh oleh manajemen untuk memenuhi tanggungjawab ini. Drucker menyimpulkan artikelnya dengan memberikan saran berikut ini:

KLASIFIKASI DISFUNGSI-DISFUNGSI ORGAN

Ada banyak cara untuk mengklasifikasikan gangguan-gangguan organ. Metode klasifikasi yang digunakan disini mengikuti metode DSM-III – dengan beberapa penambahan – untuk kelompok utama yaitu sindrom otak organik dan penyakit mental organik. Sindrom otak organik didefinisikan sebagai gangguan-gangguan yang menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala psikologis tertentu tanpa adanya etiologi spesifik yang diketahui. Kelompok ini mencakup : Sindrom otak organik, sindrom delirium Pendekatan pengobatan

Dentigerous cyst yang terkait dengan mesiodens berganda: Sebuah laporan kasus

Abstrak Dentigerous cyst merupakan sebuah kista odontogenik tahap perkembangan, yang terjadi akibat akumulasi cairan di antara epitelium email-gigi yang berkurang dan mahkota dari sebuah gigi yang belum erupsi. Jika diamati pada gigi yang telah erupsi sempurna, diagnosanya cukup mengejutkan: sekitar 95% dentigerous cyst melibatkan gigi geligi permanen dan hanya 5% yang terkait dengan supernumerary teeth. Dentigerous cyst yang terkait dengan supernumerary teeth memiliki kenampakan klinis yang biasa terjadi pada usia 40 tahun pertama. Mesiodens adalah sebuah supernumerary teeth yang terletak antara incisor-incisor sentral atas. Lebih sering mesiodens terjadi secara unilateral, meski bisa juga bilateral, sedangkan tiga atau lebih supernumerary teeth di daerah tengah palatal lebih jarang ditemukan. Disini diaporkan sebuah kasus kista dentigerous dalam kaitannya dengan mesiodens berganda pada seorang pasien wanita yang berusia 14 tahun. Kata kunci: Dentigerous cyst, mesiodens, supernume...

Sebuah kajian terhadap kesadaran dan kebutuhan prostodontik pada sebuah populasi lansia di pedesaan India

Abstrak Sebanyak 80% kehidupan di India berlangsung di pedesaan, yang berbeda dengan kehidupan yang berlangsung di kota, dimana kebanyakan mereka yang tinggap di pedesaan adalah orang-orang yang buta huruf dan tidak berpendidikan. Beberapa orang terdidik dari mereka akan bermigrasi dari desa ke kota untuk mencari nafkah dan pelung usaha yang lebih baik. Dengan alasan yang sama, para dokter gigi lebih memilih untuk tinggal di perkotaan. Yang menjadi korban dari situasi ini adalah orang-orang lansia yang ada di pedesaan. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan prostodontik, tingkat pemenuhannya, kesadaran akan kebutuhan prostodontik dan alasan-alasan tidak terpenuhinya kebutuhan pada sub-populasi pedesaan India yang sudah menua ini.