Posts

Tanda-tanda dan gejala-gejala penyakit temporomandibular dan parafungsi mulut pada remaja perkotaan di Arab Saudi : sebuah laporan penelitian

Abstrak Latar belakang: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi prevalensi tanda-tanda dan gejala-gejala penyakit temporomandibular (TMD) dan kebiasaan parafungsi mulut diantara para remaja Arab Saudi yang sedang dalam tahap pertumbuhan gigi geligi permanen. Metode: Sebanyak 385 (230 perempuan dan 155 laki-laki) anak-anak sekolah berusia 12 – 16 tahun, mengisi sebuah kuisioner dan diperiksa secara klinis. Sebuah tehnik seleksi bertingkat digunakan untuk alokasi sekolah-sekolah. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 21,3% subjek menunjukkan sekurang-kurangnya satu tanda TMD dan wanita lebih sering terkena dibanding pria. Bunyi sendi merupakan tanda yang paling prevalen (13,5%) diikuti dengan pembukaan mulut yang terbatas (4,7%) dan penyimpangan pembukaan (3,9%). Amplitudo pembukaan mulut, yang merupakan overbite yang dipertimbangkan, masing-masing adalah 46,5 mm dan 50,2 mm untuk wanita dan pria. Nyeri TMJ dan kehalusan otot jarang terjadi (0,5%). Gejala-gejala yang dilaporkan ad...

Kebutuhan perawatan ortodontik - kebutuhan normatif dan kebutuhan yang dirasakan sendiri – pada sebuah populasi Universitas Peru

Abstrak Latar belakang: Penelitian-penelitian terdahulu tentang kebutuhan perawatan ortodontik pada remaja telah menunjukkan bahwa sampai 50% memiliki maloklusi yang memerlukan perawatan ortodontik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kebutuhan perawatan ortodontik – kebutuhan normatif dan kebutuhan yang dirasakan sendiri – dengan menggunakan Indeks IOTN (Indeks Kebutuhan Perawatan Ortodontik) dan untuk menentukan apakah tingkat kebutuhan perawatan dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia dan status sosial ekonomi (SES) pada sebuah sampel remaja di Peru. Metode: Sebanyak 281 mahasiswa tahun-pertama (157 laki-laki dan 124 perempuan) dengan usia rata-rata 18,1 ± 1,6 tahun dipilih secara acak dan dievaluasi dengan DHC (Komponen Kesehatan Gigi) dan AC (Komponen Estetik) dari IOTN. Wawancara terstruktur dan pemeriksaan klinis digunakan untuk memeriksa para mahasiswa. Uji statistik deskriptif dan uji Chi-square digunakan untuk analisis data dengan signifikansi pada pada P < 0,...

Regulasi Sintesis Protein oleh Ribosom

Disamping regulasi yang mengubah sintesis protein individual dengan cara merubah jumlah mRNA untuk protein tersebut, regulasi sintesis protein dan degradasinya juga terjadi pada tingkat jaringan melalui perubahan yang mempengaruhi semua protein dari jaringan atau organ tersebut. Sintesis protein pada tingkat jaringan diregulasi oleh beberapa ribosom dalam sel dan juga diregulasi oleh beberapa mekanisme yang dilakukan oleh masing-masing ribosom.     Sebuah contoh regulasi sintesis protein pada tingkat jaringan dapat dilihat dalam respon terhadap kelaparan, ketika terjadi kehilangan protein yang banyak dari otot rangka. Dalam beberapa jam tidak makan, terjadi penurunan laju sintesis per ribosom, diikuti dengan menurunnya jumlah total ribosom secara perlahan, yang mana menjadi faktor dominan pada saat kelaparan berlangsung. Juga ada beberapa perubahan degradasi protein pada saat kelaparan yang akan dibahas selanjutnya dalam bab ini.

POLYPRENYL-HYDROQUINON DAN POLYFRENYL-FURAN DARI TIGA SPONGES LAUT DAPAT MENGHAMBAT CDC25A POSFATASE YANG MEREGULASI SIKLUS SEL

ABSTRAK CDC25 posfatase meregulasi siklus pembelahan sel dengan cara mengendalikan aktivitas kinase yang tergantung cyclin. Ketika melakukan screening untuk berbagai inhibitor posfatase pada beberapa produk alam, kami seringkali menemukan bahwa beberapa polyfrenyl-hydroquinon dan polyfrenyl-furan (furanoterpenoid) (furospongins, furospinosulin) dapat menjadi inhibitor CDC25 posfatase yang potensial. Senyawa-senyawa ini diekstrak, diisolasi dan diidentifikasi secara independen dari tiga spesies sponge (Spongia officinalis, Ircinia spinulosa, Ircinia muscarum), diambil dari lokasi-lokasi yang berbeda di Laut Mediteranian. Senyawa-senyawa ini tidak aktif pada Ser/Thr posfatase PP2C-α dan pada tiga kinase (CDK1, CDK5, GSK-3), sehingga menunjukkan bahwa beberapa CDC25 posfatase yang potensial dan selektif bisa dirancang dari struktur-struktur awal senyawa ini. Kata kunci : polyfrenyl-hydroquinon; polyfrenyl-furan; kinase yang tergantung cyclin.

Sitotoksisitas Fasciculatin dan Daya Hambatnya Terhadap Perkembangan Limfosit. Sebuah Furanosesterpen Linear Yang Diisolasi dari Ircinia viariabilis Di Pantai Atlantik Maroko

Abstrak Fasciculatin, yang merupakan sebuah furanosesterpen yang diisolasi dari sponge laut Ircinia variabilis di Pantai Atlantik Maroko, telah dievaluasi pengaruhnya terhadap perkembangan limfosit manusia yang diinduksi mitogen dan pertumbuhan sel tumor manusia. Kata kunci : Porifera, Ircinia variabilis, sitotoksistas, sel tumor manusia, penghambatan perkembangan limfosit. Pendahuluan Sesterterpen linear yang mengandung furanyl dan asam tetronat merupakan karakteristik dari berbagai metabolit yang diisolasi dari sponge laut khususnya genus Ircinia, Sacrotragus, dan Psammocinia. Jenis-jenis furanosesterterpen ini telah terbukti memiliki banyak aktivitas biologis antara lain aktivitas antivirus, antibakteri, anti-inflammatory, antitumor, dan aktivitas penghambatan protein fosfatase.     Pada penelitian tentang metabolit-metabolit sekunder biokatif kali ini yang berasal dari berbagai organisme laut yang diperoleh dari Pantai Atlantik Maroko, kami telah berhasil me...

Penyebab Aspirasi dan Perawatannya

Pendahuluan     Bernafas, berbicara, dan menelan dengan normal dicapai dengan adanya metode pertahanan yang efisien terhadap aspirasi (penghirupan) cairan dan/atau padatan ke dalam saluran pernafasan bawah. Pasien-pasien yang yang memiliki tingkat kesadaran terganggu, refleks batuk dan refleks gumam yang terganggu, serta kerentanan terhadap regurgitasi atau muntah-muntah, berisiko mengalami aspirasi (terhirupnya) isi lambung ke dalam saluran udara.     Aspirasi isi usus ke jantung merupakan salah satu komplikasi yang paling ditakuti dari anestesi. Ini bisa menyebabkan pneumonitis, hypertensi pulmonary, ketidaksesuaian ventilasi-perfusi dan sindrom distress respirasi (ARDS). Pasien-pasien yang telah mengalami aspirasi memiliki kemungkinan meninggal yang delapan kali lebih besar setelah dilakukan prosedur bedah. Pencegahan aspirasi merupakan salah satu metode mendasar untuk pemberian anestesi yang aman (lihat Bab 6: penatalaksanaan perioperatif bedah daru...

Teknik-Teknik Lobektomi Spesifik

Lobektomi Temporal     Insisi untuk lobektomi temporal harus dilakukan sejajar dengan fisur Sylvian dalam pusat superior temporal gyrus, kembali ke vena Labbe, dan kemudian ke bawah, pada umumnya mengikuti jalur vena Labbe ke pangkal temporal fossa tengah. Luasan lobektomi dominan bisa ditentukan menurut stimulasi. Kedua insisi ini harus digabungkan secara lateral ke arah incisura tentorium, dan struktur tengah (uncus dan hippocampus) harus dikeluarkan dengan diseksi isapan. Penting untuk mencapai ujung bebas dari tentorium dan menyediakan jalan-keluar bebas untuk cairan spinal. Jika tumor signifikan pada otak terletak dalam daerah uncus, maka kemungkinan pembengkakan, impaksi dan kompresi otak tidak banyak bisa dikurangi. Jika massa tumor utama dan lobe telah dikeluarkan, kita bisa mengeluarkan bagian-bagian yang masih tersisa pada superior temporal gyrus dan otak secara posterior di depan vena Labbe. Jika tumor meluas di belakang vena Labbe, maka tumor bisa dikeluarka...