Posts

Pembuatan bubuk Fe2O3 amorf dengan ukuran-ukuran partikel yang berbeda

Abstrak Sebuah metode untuk pembuatan bubuk Fe2O3 amorf dengan ukuran partikel sekitar 35 nm telah dilaporkan. Keamorfan nanopartikel Fe2O3 ditentukan dengan difraksi sinar-X (XRD), dan dengan pengukuran difraksi elektron. Pengontrolan ukuran partikel dapat dilakukan dengan TEM (mikroskop elektron transmisi), DSC (scan kalorimetri diferensial), TG (termogravimetri), pengukuran luas permukaan (BET) dan pengukuran magnetisasi Quantum Design SQUID. Magnetisasi Fe2O3 amorf murni sangat rendah (< 5 emu g-1) dan membentuk kristal pada 285 ± 10oC. Sifat-sifat yang diukur menunjukkan tingginya ketergantungan ukuran partikel terhadap konsentrasi Fe(CO)5 dalam decalin. Semakin encer larutan, semakin kecil ukuran partikel produk Fe2O3 amorf yang . . . . ( Download Teks Lengkap (Pdf) | Jangan lupa masukkan Verification Code sebelum "Download")

Pemberian Makanan/Menyusui

Pola-pola pemberian makan/menyusui dini Karena susu yang berasal dari ibu dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan bayi, maka pemberian ASI pada 6 bulan pertama masa hidup bayi sangat direkomendasikan. Kebanyakan penyakit kronis tidak mengkontraindikasikan pemberian ASI. Seorang ibu harus didorong untuk menyapih bayinya langsung setelah kelahiran. Idealnya, konseling dan persiapan untuk pemberian ASI dimulai pada beberapa bulan atau pekan kehamilan. Selama beberapa hari pertama setelah kelahiran, bayi yang menyusui mendapatkan kolostrum yang memenuhi kebutuhan bayi selama pekan pertama. Kolostrum ini mengandung sedikit lemak dan karbohidrat tetapi lebih banyak protein dan natrium, kalium serta klorida yang lebih banyak dibanding ASI biasa. Kolostrum ini juga merupakan sumber zat-zat immunologi yang sangat baik. Bayi yang menyusui dengan susu formula kemungkinan akan mendapatkan susu fromula yang telah disiapkan di rumah sakit. Di rumah, produk-produk yang telah dibekukan seperti...

APOCRINE CHROMHIDROSIS

Apocrine chromhidrosis menunjuk pada sekresi keringat berwarna oleh kelenjar-kelenjar apokrin. Penyakit ini adalah penyakit terlokalisasi yang mengenai kulit yang memiliki apokrin dan memiliki dua varietas klinis, yaitu axillary dan facial. Keterlibatan areolar juga telah ditemukan. Pigmen yang bertanggungjawab untuk pembentukan warna dihasilkan di dalam kelenjar-kelenjar apokrin, berbeda dengan false chromhidrosis atau extrinsic chromhidrosis, dimana bakteri, jamur, atau dye lokal bisa mewarnai keringat apokrin. Aspek-aspek historis Yonge pertama kali menemukan chromhidrosis facial pada tahun 1709. Pengetahuan bahwa sekresi ini berasal dari apokrin diketahui pada tahun 1954 oleh Shelley dan Hurley, yang juga menemukan chromhidrosis apokrin axillary secara rinci, menyurvei literatur-literatur dunia, dan menentukan lipofuscin sebagai pigmen yang bertanggungjawab. Epidemiologi Apocrine chromhidrosis tidak terlihat sampai setelah masa pubertas. Ketika fungsi sekresi apokrin mulai ...

Antropologi Feminist

Dalam artikel ini, penulis menegaskan bahwa antropologi feminist sebagai sebuah bidang studi harus memiliki pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana kekuasaan diferensial dianggap sebagai perbedaan jender. Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini memerlukan sebuah pendekatan terhadap penelitian jender dan kekuasaan yang mengartikulasikan hubungan antara struktur dan agensi. Pendekatan seperti ini adalah salah satu pendekatan yang menganalisis praktek jender dari waktu ke waktu berdasarkan perspektif intersubjektif dan politik. Terakhir, penulis mempertahankan bahwa antropologi feminist merupakan sebuah klaim keadilan, yang memerlukan seeuah etika keterlibatan. Bekerja pada proyek ini, para antropologis feminist memberikan kontribusi bagi perdebatan tentang konsep kebudayaan dan masalah epistemologis dari representasi dalam antropologi dengan sebuah cara yang memungkinkan antropologi berbicara lebih lancar terhadap debat sekarang dalam penelitian-penelitian kultural tetang politik kebudayaan. ...

Apakah Wanita dengan Pria sama seperti Alam dengan Kebudayaan?

Banyak kreativitas dari antropologi yang berasal dari tekanan antara dua permintaan, yaitu haruskah kita menjelaskan manusia secara keseluruhan dan haruskah kita menjelaskan kebudayaan secara khusus. Dengan kedua hal ini, berhadapan dengan subjek wanita akan menjadi lebih menantang dan lebih sulit. Status sekunder wanita dalam masyarakat adalah sebuah fakta universal namun juga budaya umum. Meski demikian, dalam fakta universal tersebut, konsepsi kultural spesifik dan simbolisasi wanita sangat berbeda dan bahkan saling kontradiksi. Lebih lanjut, perlakuan yang sebenarnya terhadap wanita dan kekuatan relatif serta kontribusi mereka sangat bervariasi dari satu budaya ke budaya lainnya, dan pada periode-periode berbeda dalam sejarah tradisi budaya tertentu. Kedua poin ini – fakta universal dan variasi budaya – membentuk masalah-masalah yang akan dijelaskan disini. Ketertarikan saya dalam hal ini tentu saja lebih dari sekedar akademik: Saya ingin melihat perubahan sesungguhnya yang terja...

Antropometri Ibu dan Dampaknya Terhadap Kelahiran Bayi

Disamping dampak sosial-ekonomi dan karakteristik lingkungan yang ditimbulkan oleh ibu, terdapat minat yang semakin meningkat dalam penggunaan pengukuran antropometri ibu sebagai sebuah cara untuk memperkirakan berat lahir. Komponen penting dari status gizi ibu yang memiliki dampak signifikan terhadap hasil kehamilan adalah keseimbangan energi, yang tercerminkan dalam ukuran simpanan tubuh. Penilaian antropometris status gizi sangat bermanfaat karena dapat memberikan informasi tentang simpanan lemak serta aspek-aspek lain dari ukuran-tubuh ibu dan komposisi yang mempengaruhi dampak kehamilan. Penilaian status gizi bergantung pada pegukuran tinggi, berat pra-hamil (PPW), berat badan saat hamil pada trimester yang berbeda, pertambahan berat badan selama kehamilan, ketebalan lipatan kulit dan lingkar tungkai. Beberapa tolak ukur mencerminkan status gizi seorang wanita atau simpanan energi ketika dia mulai hamil (tinggi, PPW), sedangkan yang lainnya mencerminkan perubahan status gizi selam...

ANALISIS REAKSI-REAKSI PULPA TERHADAP PROSEDUR-PROSEDUR RESTORATIF, MATERIAL, PULP CAPPING, DAN TERAPI-TERAPI DI MASA MENDATANG

Pendahuluan Regenerasi atau penggantian jaringan-jaringan mulut yang dipengaruhi oleh penyakit-penyakit bawaan, trauma, dan penyakit neoplastis atau infeksi diharapkan dapat memecahkan berbagai masalah gigi. Dalam jangka 25 tahun ke depan, perkembangan dalam kedokteran gigi restoratif akan didukung dengan tersedianya gigi, organ, dan jaringan mulut buatan, serta tersedianya faktor-faktor pertumbuhan untuk menstimulasi reparasi gigi, meregenerasi jaringan yang hilang, menghasilkan vaksinasi terhadap virus, dan secara genetik merubah patogen-patogen penyakit untuk membantu menanggulangi karies dan periodontitis. Permintaan pasien akan terapi teknik jaringan semakin besar. Setiap tahun, sekitar $400 milyar dihabiskan untuk mengobati orang-orang Amerika yang menderita beberapa jenis penyakit jaringan gigi atau kegagalan organ tahap-akhir. Ini mencakup 20.000 transplant organ, 500.000 penggantian joint, dan jutaan prosedur gigi dan kraniofasial mulut, mulai dari restorasi gigi sampai reko...