Posts

Showing posts from February, 2010

AGEN-AGEN PENGEMULSI

Disini akan dibahas secara singkat pengaplikasian praktis dari berbagai pengemulsi yang digunakan secara internal. Karbohidrat, protein, eter selulosa dan padatan-padatan yang terpecah halus bisa dipertimbangkan dalam kelompok pengemulsi ini. Saponin dan anion, agen aktif-permukaan anion, kation dan nonionik tidak digunakan sebagai pengemulsi untuk preparasi internal, dengan beberapa pengecualian, karena rasa yang dimiliki, toksisitas dan aksi pengiritasnya.

Tujuan Emulsi dan Emulsifikasi

Secara farmasetik, proses emulsifikasi memungkinkan seorang apoteker membuat campuran yang relatif stabil dan homogen dari dua cairan yang tidak dapat saling bercampur. Proses emulsifikasi ini memungkinkan pemberian sebuah obat cair dalam bentuk tetesan-tetesan kecil (globules) ketimbang dalam bentuk curah (bulk). Untuk emulsi yang diberikan lewat mulut, tipe emulsi minyak-dalam-cair memungkinkan dihilangkannya rasa pahit pada obat berupa minyak dengan cara menebarkannya pada sebuah medium cair yang manis yang bisa terasa sampai ke dalam perut. Ukuran partikel bulatan minyak yang berkurang bisa menjadikan minyak tersebut lebih dapat dicerna dan lebih mudah diserap atau lebih efektif. Sebagai contoh, keampuhan minyak mineral yang meningkat sebagai sebuah obat pencahar ketika diformulasi dalam bentuk emulsi.   

Pengaruh Ekstraksi Pra-molar dan Molar Pertama Tambahan (AFMEs) Terhadap Jaringan Lunak

Abstrak Tujuan : Untuk menentukan pengaruh ekstraksi pra-molar dan molar pertama tambahan (AFMEs) terhadap perubahan jaringan lunak setelah dilakukan empat ekstraksi pra-molar pada pasien-pasien high Angle Class II division 1. Bahan dan Metode: Sebanyak 33 pasien AFME, 24 diantaranya hanya mengalami AFME maxillary dan 9 mengalami AFME lengkap, diteliti dengan analisis cephalometri dan dibandingkan dengan 43 pasien yang dirawat dengan empat ekstraksi pra-molar (PRME) sebagai sebuah kelompok kontrol. Cephalogram lateral yang dilakukan pada empat titik waktu (pra-perawatan, sebelum AFME, pasca-perawatan, dan retensi)  digunakan untuk analisis statistik dengan uji-t Student. Hasil : AFME secara signifikan dapat memberikan kontribusi bagi retraksi incisor maxillary dan perubahan jaringan halus selanjutnya sebagaimana diukur dengan sudut-Z dan garis E bibir bawah. Disamping itu, analisis korelasi bivariat menunjukkan bahwa perubahan-perubahan jaringan lunak lebih berkorelasi dengan...

Efikasi Pernis Fluoride Dalam Mencegah Karies Dini Pada Anak

Abstrak Untuk menentukan efikasi pernis fluoride (5% NaF, Duraphat®, Colgate) sebagai tambahan untuk konseling dalam mencegah karies dini pada anak, maka kami melakukan sebuah percobaan klinis selama dua tahun. Percobaan ini bersifat acak dan para pemeriksa tidak mengetahui kondisi sampel. Pada awalnya, 376 anak yang bebas karies dari keluarga kelas ekonomi rendah (San Fransisco yang berkebangsaan China atau Hispanis) didaftarkan dalam penelitian ini (nilai mean usia  SD, 1.8  0,6 tahun). Semua keluarga menerima penyuluhan, dan anak-anak yang terdaftar ini dikelompokkan secara acak ke dalam kelompok-kelompok berikut: tidak ada pernis fluoride, pernis fluoride sekali setahun, atau pernis fluoride dua kali setahun. Penyimpangan protokol yang tidak diharapkan mengakibatkan beberapa anak memperoleh pernis fluoride yang kurang aktif dan tidak sesuai dengan yang telah ditentukan. Analisis menunjukkan adanya efek protektif pernis fluoride terhadap kejadian karies, p < 0,01. Analisis te...

Penggunaan ekstrak Terminalia chebula sebagai sebuah agen antikaries: sebuah studi klinis

Abstrak Obatan-obatan dari tanaman telah lama menjadi bagian dari sistem perawatan kesehatan tradisional kita, dan sifat-sifat antimikroba dari senyawa-senyawa yang diperoleh dari tanaman telah banyak dilaporkan. Tujuan dari penelitian kali ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak Terminalia chebula (sebuah tanaman obat) terhadap sampel-sampel saliva dan potensinya untuk digunakan sebagai sebuah agen antikaries dalam bentuk obat kumur. Sebuah ekstrak cair pekat dibuat dari buah T. chebula. Obat kumur dengan konsentrasi 10% dibuat dengan mengencerkan ekstrak dalam air suling yang steril. Keampuhan obat kumur dinilai dengan pegujian terhadap 50 sampel saliva. Sampel-sampel saliva diambil dari subjek-subjek yang telah ditetapkan berisiko tinggi untuk mengalami karies. pH saliva, kapasitas saliva untuk mempertahankan pH, dan aktivitas mikroba dinilai sebelum berkumur, sesaat setelah, dan 10 menit, 30 menit, dan 1 jam setelah berkumur. Terjadi peningkatan pH dan kapasitas penyanggaa...

Efikasi Pasta-gigi Anticalculus yang Mengandung Sodium exametaphosphate dan Stanno-fluoride

Abstrak Tujuan: Untuk membandingkan efikasi anticalculus dari sebuah pasta-gigi perlakuan (0.454% stanno-fluoride/sodium heksametaphosphate) dengan sebuah pasta-gigi kontrol negatif. Bahan dan Metode: Penelitian ini adalah penelitian kelompok secara acak, samar-pemeriksa dan paralel. Setelah tiga bulan berjalan, subjek-subjek yang memenuhi syarat dibagi ke dalam dua kelompok secara acak, yaitu kelompok pasta-gigi perlakuan dan kelompok pasta-gigi kontrol. Masing-masing kelompok memakai pasta-gigi dua kali dalam sehari selama 6 bulan. Pemeriksaan Indeks Volpe-Manhold (V-MI) dan pemeriksaan jaringan lunak pada mulut dilakukan pada awal penelitian, setelah tiga bulan dan setelah 6 bulan. Analisis tambahan dilakukan secara terpisah pada tiga bulan dan enam bulan terhadap tiga sub-kelompok yang dikategorikan sebagai subjek dengan pembentukan calculus tinggi, sedang dan rendah. Hasil: Jika dibandingkan dengan kelompok kontrol, kelompok pasta-gigi perlakuan memiliki skor calculus rata-r...

Pengaruh Konsentrasi Fluoride dan pH Terhadap Sifat Korosif Titanium untuk Penggunaan pada Gigi

Abstrak Titanium digunakan sebagai sebuah logam untuk material biokompatibel seperti implant gigi atau restorasi karena stabilitas kimianya yang sangat baik. Akan tetapi, korosi Ti dalam lingkungan yang mengandung fluoride profilaksis bisa menjadi masalah. Untuk mengklarifikasi efek konsentrasi fluoride dan pH terhadap sifat korosi Ti, maka kami melakukan uji polarisasi anoda dan uji perendaman dalam larutan NaF dengan berbagai nilai konsenrasi dan pH konsentrasi. Ti terlarut dalam larutan uji dianalisis dengan menggunakan spektroskopi massa plasma berpasangan secara induktif. Terlihat batas-batas konsentrasi fluoride yang jelas dan nilai pH dimana sifat korosi Ti mengalami perubahan. Korosi Ti dalam larutan yang mengandung fluoride tergantung pada konsentrasi asam hidrofluorat (HF). Apabila konsentrasi HF dalam larutan lebih besar dari 30 ppm, maka lapisan pasifasi pada Ti akan rusak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara konsentrasi fluoride dan nilai pH pada...

Pengaruh Calcitonin terhadap Pembentukan Tulang Di Sekitar Implant Titanium. Sebuah Kajian Histometri Pada Mencit

Diskusi Biokompatibilitas material-material implant modern, seperti titanium, telah diketahui dengan baik dan tidak dianggap sebagai faktor signifikan dalam kegagalan implant endosseous. Sifat penting dari metode osteointegrasi adalah penekanan yang diberikan pada upaya untuk meminimalisir setiap kerusakan jaringan host selama prosedur bedah. Pada penelitian kali ini, prosedur-prosedur standar yang disebutkan sebagai prasyarat untuk perawatan jangka-panjang implant juga diamati dan menghasilkan proses penyembuhan tulang yang mirip dengan yang dilaporkan sebelumnya.

Karsinoma Kulit Neuroendokrin: Merkel Cell Carcinoma

Pada tahun 1875, Friedrich S. Merkel (1845-1919) menemukan sel-sel staining-jelas yang tidak biasanya pada pertemuan antara dermal dan epidermal dan pada epidermis basal yang sangat terkait dengan serat-serat saraf yang yang mengalami myelinasi. Dia menamakan sel-sel ini sebagai “Tastzellen” (sel-sel sentuh) yang selanjutnya dikenal sebagai sel Merkel.     Pada tahun 1972, Toker melaporkan 5 kasus neoplasma kulit dengan pola struktur “trabecular” yang menonjol. Laporan-laporan selanjutnya menunjukkan bahwa karsinoma trabecular menunjukkan kemiripan struktur yang sangat jelas dengan sel Merkel. Pemeriksaan immunositokimia dan biokimia lebih lanjut menunjukkan bahwa kelompok karsinoma kulit ini memiliki sifat-sifat diferensiasi neuroendokrin dan epitelial, dengan demikian diusulkan nama cutaneous neuroendocrine carcinoma (karsinoma kulit neuroendokrin).

Ketidakcukupan diet dan bahan makanan diantara anak-anak Hispanis: faktor-faktor akulturasi dan sosial ekonomi dalam survei NHNES ke-3.

Pendahuluan     Suku, ras, jenis kelamin, pendidikan, dan pendapatan diusulkan sebagai dimensi-dimensi kunci yang mendasari disparitas dalam kesehatan. Di Amerika Serikat, status sosial ekonomi yang rendah terkait dengan kesehatan anak yang buruk, termasuk tinggi badan, berat badan, dan perkembangan. Para remaja yang hidup dalam rumah tangga yang berpendapatan rendah dua kali lebih mungkin mengalami berat badan berlebih atau kegemukan dibanding anak-anak yang hidup dalam rumah tangga yang berpendapatan lebih tinggi dan >4 kali lebih mungkin mengalami ketidaktahanan pangan. Keluarga-keluarga Hispanis memiliki pendapatan di bawah tingkat kemiskian jika dibandingkan dengan keluarga-keluarga kulit putih non-Hispanis. Kecenderungan keluarga Hispanis untuk menunjukkan lebih banyak diet bergizi meski status sosial mereka rendah telah menimbulkan dugaan tentang adanya proteksi berbasis budaya terhadap efek kesehatan berbahaya yang biasanya terkait dengan pendapatan rendah. ...

Hubungan antara usia suami dengan keguguran alami

Abstrak Tujuan: Untuk mengevaluasi pengaruh usia suami terhadap keguguran alami. Metode: Penelitian ini terdiri dari 13.856 sampel wanita yang dipilih berdasarkan data dari wawancara antenatal atau postpartum wanita-wanita di Jerussalem Perinatal Study, sebuah kohort berbasis populasi yang diperoleh dari 92.408 kelahiran antara tahun 1964 – 1976. Wanita perlakuan (n=1.506) melaporkan keguguran alami sebelum wawancara; mereka dibandingkan dengan wanita yang melaporkan kelahiran hidup pada kehamilan sebelumnya (n=12.359). Regresi logistik digunakan untuk melakukan penyesuaian usia ibu, diabetes ibu, kebiasaan merokok ibu, riwayat keguguran alami sebelum kehamilan pertama, paritas pada wawancara, dan interval antara kelahiran pertama dan wawancara. Hasil: Rasio ganjil yang disesuaikan untuk keguguran alami adalah 0,59% (95% interval kepercayaan 0,45-0,76, P<0,0001) untuk kehamilan dari ayah yang berusia dibawah 25 tahun dibandingkan dengan kehamilan dari ayah yang berusia 25-29 t...

Desain Implant Baru Untuk Perlindungan Tulang Crestal: Pengamatan-pengamatan awal dan laporan kasus

Abstrak Setelah eksposur dan restorasi implant gigi dua-bagian, beberapa perubahan dalam tingkat vertikal tinggi tulang crestal peri-implant telah dilaporkan. Akan tetapi, perubahan pada tinggi tulang crestal ini tidak berdampak negatif terhadap keberhasilan implant jangka panjang. Artikel ini menjelaskan tentang bagaimana konsep platform switching (perubahan platform) digunakan dalam sebuah desain implan baru sebagai sebuah cara untuk mengurangi atau mencegah kehilangan tulang crestal. Pengamatan-pengamatan terdahulu oleh para tenaga klinis yang menggunakan desain implant baru ini akan disajikan di sini. Tujuan Pembelajaran : Artikel ini membahas sebuah mekanisme inflammatory yang terlibat dalam khilangan tulang crestal setelah restorasi implant. Selama membaca artikel ini, pembaca diharapkan : Mampu mengenali sebuah mekanisme yang terlibat dalam kehilangan tulang crestal setelah eksposur implant. Memahami bagaimana konsep perubahan platform sebagai sebuah cara untuk mengurang...

Tansfer Lemak Autologous untuk Peremajaan Periorbital: Indikasi, Teknik, dan Komplikasi

Abstrak Latar belakang: Daerah periorbital merupakan salah satu daerah wajah pertama yang menunjukkan tanda-tanda penuaan. Pendekatan-pendekatan bedah tradisional terdiri dari prosedur pengangkatan dan prosedur pemotongan termasuk pengangkatan alis dan blepharopasties. Akan tetapi, hasil yang tidak optimal telah menyebabkan para ahli-bedah untuk mengevaluasi kembali pendekatan yang mereka gunakan untuk meremajakan kembali periorbita. Tujuan : Dalam artikel ini, kami mereview kekurangan-kekurangan prosedur pengangkatan alis dan prosedur blepharoplasty dan membahas penyusutan volume yang terjadi akibat penuaan. Pendekatan yang kami gunakan untuk peremajaan daerah periorbita adalah dengan restorasi volume menggunakan transplantasi lemak autologous. Bahan dan metode : Pemaparan tentang sebuah review mengenai tehnik transfer lemak untuk daerah periorbital. Hasil : Foto-foto sebelum dan sesudah prosedur yang disajikan menunjukkan adanya peremajaan periorbital. Kesimpulan : Para ahl...

DERMATOLOGI AKUATIK

PENDAHULUAN Planet bumi sebagian besar ditutupi oleh air. Jika seluruh laut, danau, dan sungai digabungkan, maka total permukaan bumi yang tertupi air adalah tujuh persepuluh bagian. Manusia memiliki kecenderungan untuk menjelajahi, menikmati, dan mengeksploitasi perairan tersebut. Hewan-hewan memiliki bisa dan toksin yang paling potensial bagi manusia. Para perenang juga telah mengalami dermatitis kontak dalam air laut. Setelah bersentuan sesaat dengan sebuah koral kuning di Laut Merah, sekelompok perenang, penyelam, penyurfing, dan penerjun mengalami pruritus yang intensift akibat ICD.(1.moscella, 4.Acad)     Bidang studi dermatologi akuatik, sebuah istilah yang dicetuskan oleh seorang ahli dermatologi terkenal, Alexander Fisher, M.D., mencakup berbagai macam dermatosa mulai dari sengatan ubur-ubur sampai urtikaria akuagenik. Sengatan juga bisa disebabkan oleh spesies portuguese man-of-war, anemon laut, dan koral (karang) merupakan spesies bercaun yang paling sering...

Reaksi pembalikan (reversal reaction) dan konversi Mitsuda pada kusta lepromatous polar

Intisari Dalam laporan kasus ini dilaporkan seorang pasien kusta lepromatous polar berusia 22 tahun yang menjadi positif Mitsuda setelah 36 bulan menjalani terapi MDT (multidrug therapy). Kusta lepromatous (LL) merupakan sebuah kondisi penekanan-sistem-imun spesifik dan bersifat irreversible. Hasil uji Mitsuda yang positif pada kusta lepromatous polar yang terbukti secara histopatologis sangat jarang ditemukan, dan konversi status lepromin setelah MDT belum ada yang dilaporkan sejauh ini. Laporan-laporan kasus yang disajikan disini menguatkan pengamatan yang dilakukan oleh Waters dkk., tentang konversi lepromin pada pasien-pasien lepromatous.

Alloy Gigi dan Kekebalan Terhadap Korosi

Ringkasan Logam dan campuran logamnya (alloy) merupakan material yang tidak bisa dihindari pemakaiannya dalam kedokteran gigi setiap hari untuk membuat isian, sistem pasak dan inti tuang, mahkota individual, struktur atas implant, gigitiruan dan alat-alat ortodontik. Material yang ditanam dalam mulut terekspos dalam periode waktu yang lama terhadap pengaruh fungsional, biokimia dan pengaruh bakteri media mulut yang bisa memiliki imbas negatif terhadap alat terapeutik atau jaringan di sekitarnya. Kekebalan terhadap korosi merupakan sebuah persyaratan untuk biokompatibilitas. Karena alasan ekonomi, logam yang sangat tahan korosi jarang digunakan, sedangkan logam-logam yang tidak terlalu kuat terhadap korosi bermunculan di pasaran. Karena seorang dokter-gigi bertanggungjawab untuk pemilihan logam yang ditanam, maka sebleum penanaman diperlukan untuk memperkirakan dampak saliva sebagai sebuah media agresif terhadap semua logam atau alloy. Berdasarkan penelitian dari berbagai literatur, t...

Kebutuhan perawatan ortodontik di bagian barat Saudi Arabia: sebuah laporan penelitian

Abstrak Latar belakang: Evaluasi kebutuhan aktual dan kebutuhan yang dirasakan sendiri akan perawatan ortodontik dapat membantu dalam merencanakan pelayanan ortodontik dan dalam memperkirakan sumber-daya serta tenaga manusia yang diperlukan. Pada penelitian kali ini, kebutuhan menurut persepsi sebagaimana dievaluasi oleh pasien dan kebutuhan aktual terhadap perawatan ortodontik, sebagaimana dinilai oleh ortodontist, dievaluasi pada dua tipe praktek gigi di kota Jeddah dengan menggunakan indeks IOTN (Indeks Kebutuhan Perawatan Ortodontik). Metode: Sampel yang terdiri dari 743 orang dewasa yang mencari perawatan ortodontik pada dua tipe praktek gigi berbeda di Jeddah: Universitas King Abdulaziz, Fakultas Kedokteran Ggi (KAAU) (perawatan gratis) dan dua poliklinik gigi swasta (PDP) (perawatan berbayar), diperiksa kebutuhan perawatan ortodontiknya dengan menggunakan komponen kesehatan gigi (DHC) dari IOTN. Kebutuhan yang dirasakan sendiri terhadap perawatan orotodontik juga ditentukan ...

Tanda-tanda dan gejala-gejala penyakit temporomandibular dan parafungsi mulut pada remaja perkotaan di Arab Saudi : sebuah laporan penelitian

Abstrak Latar belakang: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi prevalensi tanda-tanda dan gejala-gejala penyakit temporomandibular (TMD) dan kebiasaan parafungsi mulut diantara para remaja Arab Saudi yang sedang dalam tahap pertumbuhan gigi geligi permanen. Metode: Sebanyak 385 (230 perempuan dan 155 laki-laki) anak-anak sekolah berusia 12 – 16 tahun, mengisi sebuah kuisioner dan diperiksa secara klinis. Sebuah tehnik seleksi bertingkat digunakan untuk alokasi sekolah-sekolah. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 21,3% subjek menunjukkan sekurang-kurangnya satu tanda TMD dan wanita lebih sering terkena dibanding pria. Bunyi sendi merupakan tanda yang paling prevalen (13,5%) diikuti dengan pembukaan mulut yang terbatas (4,7%) dan penyimpangan pembukaan (3,9%). Amplitudo pembukaan mulut, yang merupakan overbite yang dipertimbangkan, masing-masing adalah 46,5 mm dan 50,2 mm untuk wanita dan pria. Nyeri TMJ dan kehalusan otot jarang terjadi (0,5%). Gejala-gejala yang dilaporkan ad...

Kebutuhan perawatan ortodontik - kebutuhan normatif dan kebutuhan yang dirasakan sendiri – pada sebuah populasi Universitas Peru

Abstrak Latar belakang: Penelitian-penelitian terdahulu tentang kebutuhan perawatan ortodontik pada remaja telah menunjukkan bahwa sampai 50% memiliki maloklusi yang memerlukan perawatan ortodontik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kebutuhan perawatan ortodontik – kebutuhan normatif dan kebutuhan yang dirasakan sendiri – dengan menggunakan Indeks IOTN (Indeks Kebutuhan Perawatan Ortodontik) dan untuk menentukan apakah tingkat kebutuhan perawatan dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia dan status sosial ekonomi (SES) pada sebuah sampel remaja di Peru. Metode: Sebanyak 281 mahasiswa tahun-pertama (157 laki-laki dan 124 perempuan) dengan usia rata-rata 18,1 ± 1,6 tahun dipilih secara acak dan dievaluasi dengan DHC (Komponen Kesehatan Gigi) dan AC (Komponen Estetik) dari IOTN. Wawancara terstruktur dan pemeriksaan klinis digunakan untuk memeriksa para mahasiswa. Uji statistik deskriptif dan uji Chi-square digunakan untuk analisis data dengan signifikansi pada pada P < 0,...

Regulasi Sintesis Protein oleh Ribosom

Disamping regulasi yang mengubah sintesis protein individual dengan cara merubah jumlah mRNA untuk protein tersebut, regulasi sintesis protein dan degradasinya juga terjadi pada tingkat jaringan melalui perubahan yang mempengaruhi semua protein dari jaringan atau organ tersebut. Sintesis protein pada tingkat jaringan diregulasi oleh beberapa ribosom dalam sel dan juga diregulasi oleh beberapa mekanisme yang dilakukan oleh masing-masing ribosom.     Sebuah contoh regulasi sintesis protein pada tingkat jaringan dapat dilihat dalam respon terhadap kelaparan, ketika terjadi kehilangan protein yang banyak dari otot rangka. Dalam beberapa jam tidak makan, terjadi penurunan laju sintesis per ribosom, diikuti dengan menurunnya jumlah total ribosom secara perlahan, yang mana menjadi faktor dominan pada saat kelaparan berlangsung. Juga ada beberapa perubahan degradasi protein pada saat kelaparan yang akan dibahas selanjutnya dalam bab ini.

POLYPRENYL-HYDROQUINON DAN POLYFRENYL-FURAN DARI TIGA SPONGES LAUT DAPAT MENGHAMBAT CDC25A POSFATASE YANG MEREGULASI SIKLUS SEL

ABSTRAK CDC25 posfatase meregulasi siklus pembelahan sel dengan cara mengendalikan aktivitas kinase yang tergantung cyclin. Ketika melakukan screening untuk berbagai inhibitor posfatase pada beberapa produk alam, kami seringkali menemukan bahwa beberapa polyfrenyl-hydroquinon dan polyfrenyl-furan (furanoterpenoid) (furospongins, furospinosulin) dapat menjadi inhibitor CDC25 posfatase yang potensial. Senyawa-senyawa ini diekstrak, diisolasi dan diidentifikasi secara independen dari tiga spesies sponge (Spongia officinalis, Ircinia spinulosa, Ircinia muscarum), diambil dari lokasi-lokasi yang berbeda di Laut Mediteranian. Senyawa-senyawa ini tidak aktif pada Ser/Thr posfatase PP2C-α dan pada tiga kinase (CDK1, CDK5, GSK-3), sehingga menunjukkan bahwa beberapa CDC25 posfatase yang potensial dan selektif bisa dirancang dari struktur-struktur awal senyawa ini. Kata kunci : polyfrenyl-hydroquinon; polyfrenyl-furan; kinase yang tergantung cyclin.

Sitotoksisitas Fasciculatin dan Daya Hambatnya Terhadap Perkembangan Limfosit. Sebuah Furanosesterpen Linear Yang Diisolasi dari Ircinia viariabilis Di Pantai Atlantik Maroko

Abstrak Fasciculatin, yang merupakan sebuah furanosesterpen yang diisolasi dari sponge laut Ircinia variabilis di Pantai Atlantik Maroko, telah dievaluasi pengaruhnya terhadap perkembangan limfosit manusia yang diinduksi mitogen dan pertumbuhan sel tumor manusia. Kata kunci : Porifera, Ircinia variabilis, sitotoksistas, sel tumor manusia, penghambatan perkembangan limfosit. Pendahuluan Sesterterpen linear yang mengandung furanyl dan asam tetronat merupakan karakteristik dari berbagai metabolit yang diisolasi dari sponge laut khususnya genus Ircinia, Sacrotragus, dan Psammocinia. Jenis-jenis furanosesterterpen ini telah terbukti memiliki banyak aktivitas biologis antara lain aktivitas antivirus, antibakteri, anti-inflammatory, antitumor, dan aktivitas penghambatan protein fosfatase.     Pada penelitian tentang metabolit-metabolit sekunder biokatif kali ini yang berasal dari berbagai organisme laut yang diperoleh dari Pantai Atlantik Maroko, kami telah berhasil me...

Penyebab Aspirasi dan Perawatannya

Pendahuluan     Bernafas, berbicara, dan menelan dengan normal dicapai dengan adanya metode pertahanan yang efisien terhadap aspirasi (penghirupan) cairan dan/atau padatan ke dalam saluran pernafasan bawah. Pasien-pasien yang yang memiliki tingkat kesadaran terganggu, refleks batuk dan refleks gumam yang terganggu, serta kerentanan terhadap regurgitasi atau muntah-muntah, berisiko mengalami aspirasi (terhirupnya) isi lambung ke dalam saluran udara.     Aspirasi isi usus ke jantung merupakan salah satu komplikasi yang paling ditakuti dari anestesi. Ini bisa menyebabkan pneumonitis, hypertensi pulmonary, ketidaksesuaian ventilasi-perfusi dan sindrom distress respirasi (ARDS). Pasien-pasien yang telah mengalami aspirasi memiliki kemungkinan meninggal yang delapan kali lebih besar setelah dilakukan prosedur bedah. Pencegahan aspirasi merupakan salah satu metode mendasar untuk pemberian anestesi yang aman (lihat Bab 6: penatalaksanaan perioperatif bedah daru...

Teknik-Teknik Lobektomi Spesifik

Lobektomi Temporal     Insisi untuk lobektomi temporal harus dilakukan sejajar dengan fisur Sylvian dalam pusat superior temporal gyrus, kembali ke vena Labbe, dan kemudian ke bawah, pada umumnya mengikuti jalur vena Labbe ke pangkal temporal fossa tengah. Luasan lobektomi dominan bisa ditentukan menurut stimulasi. Kedua insisi ini harus digabungkan secara lateral ke arah incisura tentorium, dan struktur tengah (uncus dan hippocampus) harus dikeluarkan dengan diseksi isapan. Penting untuk mencapai ujung bebas dari tentorium dan menyediakan jalan-keluar bebas untuk cairan spinal. Jika tumor signifikan pada otak terletak dalam daerah uncus, maka kemungkinan pembengkakan, impaksi dan kompresi otak tidak banyak bisa dikurangi. Jika massa tumor utama dan lobe telah dikeluarkan, kita bisa mengeluarkan bagian-bagian yang masih tersisa pada superior temporal gyrus dan otak secara posterior di depan vena Labbe. Jika tumor meluas di belakang vena Labbe, maka tumor bisa dikeluarka...

Peranan Vaksin dalam Pengendalian Penyakit Kusta

“Pengendalian morbiditas” merupakan sebuah tema yang yang berulang-ulang disebutkan dalam laporan WHO terbaru yang berjudul “Strategi global untuk lebih mengurangi bebas kusta dan menjaga kesinambungan aktivitas pengendalian kusta: 2006-2007”. Meskipun pendekatan ini terlihat rasional, berdasarkan alat yang ada sekarang untuk mengendalikan kusta (yakni pendeteksian kasus-kasus baru secara tepat, perawatan dengan kemoterapi efektif, pencegahan kecacatan dan rehabilitas), namun pendekatan ini tidak terlepas dari kemungkinan terjadinya kusta kembali di masa depan. Haruskah kita menerima paradigma “pengendalian morbiditas” atau apakah ada pendekatan lain yang harus dicari yang dapat memberikan wawasan baru tentang pengendalian kusta dan kemungkinan intervensi yang dapat membawa kita ke jalur yang tepat untuk eradikasi kusta?

Survei Penyakit Kulit dan Isu-Isu Terkait Kulit Pada Orang-orang Amerika yang Berasal dari Arab

Abstrak Latar belakang: Masih sedikit pengetahuan yang terkait dengan kondisi-kondisi dermatologi pada orang-orang Amerika yang berasal dari Arab. Tujuan: Untuk mengevaluasi penyakit kulit umum dan kekhawatiran-kekhawatiran tentang kulit serta untuk mengevaluasi akses terhadap perawatan dermatologi dan persepsi tentang kulit pada orang Amerika Arab. Metode: Orang Amerika Arab dari 3 lokasi di Micighan bagian tenggara (pusat- kesehatan-komunitas [n = 207], masjid [n = 95], dan gereja [n = 99]) menyelesaikan kuisioner survei. Hasil: Kondisi kulit yang paling umum dilaporkan adalah jerawat, eczema/dermatitis, kutil, infeksi kulit akibat jamur, dan melasma. Kekhawatiran terhadap kulit yang paling utama adalah tekstur kulit yang tidak merata, perubahan warna kulit, kulit kering, jerawat, dan bulu wajah. Ada hubungan yang signifikan antara status sosioekonomi dengan kunjungan ke dermatologist. Sikap seputar persepsi kulit terkait dengan lamanya menetap di Amerika Serikat. Keterbata...

Fibrosis Sistemik Nefrogenik: Sebuah Kajian Klinikopatologi Terhadap Enam Kasus

Abstrak Latar belakang : Fibrosis sistemik nefrogenik merupakan sebuah kondisi fibrosis yang jarang dan terjadi pada pasien yang mengalami gangguan ginjal. Meskipun karakteristik histologisnya telah diketahui dengan baik, namun etiologi dan patologinya belum sepenuhnya diketahui. Berberapa penelitian terbaru mendukung teori bahwa agen-agen kontras yang berbasis gadolinium memegang peranan kausatif dalam terjadinya penyakit ini. Terapi erythropoietin dan kerusakan endothelial akibat prosedur-prosedur bedah juga telah diduga sebagai faktor pengkontribusi yang potensial. Tujuan : Penelitian ini berupaya untuk membantu memberikan kontribusi dalam memahami penyakit yang tergolong baru ini. Metode : Kami melakukan sebuah review grafik retrospektif terhadap 6 pasien yang didiagnosa dengan fibrosis sistemik nefrogenik pada institusi kami. Penekanan diberikan pada pengidentifikasian agen-agen etiologi putatif yang potensial termasuk gadolinium, terapi erythroprotein, dan prosedur-prosedur...

RADIOTERAPI PENYAKIT KULIT

Setelah ditemukannya sinar-X oleh Rontgen pada tahun 1985, potensi penggunaan radiasi dalam pengobatan mulai dikenali. Pasien pertama yang diobati untuk karsinoma sel squamous pada hidung diobati pada tahun 1900. Setelah itu, terapi radiasi digunakan secara empiris untuk berbagai kondisi, baik lunak maupun ganas. Pada berbagai situasi, dimana tidak terdapat alternatif terapi yang efektif, terapi radiasi bisa menjad salah satu dari beberapa pilihan perawatan yang tersedia. Ini berlaku sampai tahun 1950an. Setelah itu, perawatan dengan radiasi mulai menurun disebabkan oleh dua alasan utama: alasan pertama adalah disadarinya efek berbahaya dari radiasi, termasuk potensi untuk menginduksi malignansi. Disamping itu, perkembangan tehnik bedah dan perkembangan terapi medis efektif seperti kortikosteroid dan antiobitik telah menjadi alternatif yang efektif untuk digunakan dalam radiasi pengionan. Meski demikian, para dermatologis harus memiliki keahlian utama dalam hal indikasi dan perawatan d...

Pemantauan Sirkulasi Serebral

Pada pasien yang menderita penyakit saraf akut, resusitasi cairan akan mempertahankan atau memperbaiki perfusi serebral. Walaupun pengalaman klinis menunjukkan bahwa morbiditas dan mortalitas bisa berubah dengan perubahan terapeutik dari CBF dan metabolisme cerebral pada beberapa pasien yang injury saraf, namun belum ada data yang menguatkan manfaat klinis dari pemantauan neurologis. Tiga pertanyaan berikut menjadi pertanyaan pokok untuk pemanfaatan pemantauan variabel-variabel serebral: 1.Pada kondisi yang bagaimanakah tekanan darah, PaCO2, PaO2, dan suhu tubuh memberikan informasi yang tidak cukup tentang kelayakan CDO2 (CDO2 = CBF x CaO2)? 2.Pada kondisi yang bagaimanakah informasi yang lebih rinci tentang kelayakan CDO2 memungkinkan intervensi-intervensi terapeutik yang dapat meningkatkan hasil? 3.Proporsi pasien yang bagaimana dalam sebuah kategori diagnostik yang akan mengalami injury yang terhindari yang cukup besar untuk menjustifikasi pengaplikasian ekstensif (dan berpoten...

Cheilitis Glandularis

PENDAHULUAN Latar Belakang : Cheilitis glandularis (CG) adalah sebuah diagnosa klinis yang menunjuk pada penyakit inflammatory lunak yang esensial, tidak umum dan belum dipahami dengan baik pada kelenjar-kelenjar sub-mukosa di bibir bawah. Kondisi ini ditandai dengan pembesaran dan penonjolan mukosa labial bawah yang menyebabkan tidak jelasnya batas antara mukosa dan vermilion (bagian bibir yang berwarna merah). Dengan adanya pengaruh eksternal dan paparan kronis, membran mucus bawah yang lembut akan mengalami perubahan akibat pengaruh lingkungan, mengakibatkan erosi, pembisulan, pengerasan kulit, dan terkadang infeksi. Yang paling penting, kerentanan terhadap injury akibat radiasi akan meningkat. Dengan demikian, CG bisa dianggap sebagai faktor predisposisi yang potensial untuk terjadinya cheilitis actinic dan squamous cell carcinoma. Secara historis, penyakit ini dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu: suppuratif (pernanahan) sederhana, suppuratif dangkal, dan suppuratif dalam...

Evolusi dan Genetika Populasi Molekuler

Selama bertahun-tahun, para ahli biokimia dan ahli biologi molekuler telah menganggap kajian evolusioner sebagai spekulasi liar, asumsi-asumsi yang tidak beralasan, dan metdologi yang tidak disiplin. Meskipun anggapan ini tidak akurat, diperkenalkannya metode-metode molekuler tidak diragukan lagi telah mengubah evolusi menjadi sebuah sains “keras” dimana parameter-parameter yang relevan bisa diukur, dihitung, atau diolah dari data empiris, dan teori-teori bisa diuji terhadap realitas. Dugaan-dugaan dalam kajian-kajian evolusioner saat ini memiliki tujuan yang sama seperti dalam ilmu fisika: kajian-kajian ini bersifat hipotesis kuantitatif untuk mendukung penelitian eksperimental sehingga teori bisa diverifikasi, disaring, atau disangkal... kajian-kajian evolusioner telah mencapai apa yang disebutkan oleh sir William Herschel di tahun 1831 sebagai tujuan sebenarnya dari semua ilmu alam: yaitu merangkai komponen dasar “dengan jelas dan umum, tetapi dengan ketepatan yang mungkin dalam tem...

Penguasaan IT dan Implementasinya

14.1 Gambaran Umum dan Struktur Penguasaan Aplikasi IT     Dalam bab ini kita akan berfokus pada penguasaan sistem informasi. Isu tentang penguasaan (akuisisi) ini cukup kompleks karena beberapa hal diantaranya ada banyak jenis aplikasi IT, dan aplikasi ini selalu berubah dari waktu ke waktu, serta melibatkan beberapa partner bisnis. Disamping itu, tidak ada satu cara tunggal yang bisa ditempuh untuk menguasai aplikasi-aplikasi IT. Keragaman aplikasi IT memerlukan sebuah jenis pendekatan pengembangan. Proses Penguasaan (Akuisisi)     Proses penguasaan sebuah aplikasi IT sederhana memiliki lima tahapan utama seperti yang ditunjukkan pada Gambar 14.1. Tahap-tahap dalam proses penguasaan aplikasi ini akan dibahas sebagai berikut. Tahap 1: Mengidentifikasi, Menjustifikasi, Dan Merencanakan Sistem Informasi

Acanthosis nigricans remaja

Acanthosis nigricans merupakan sebuah penebalan epidermis menyerupai beludru yang utamanya mengenai axillae, lipatan leher posterior, permukaan kulit flexor, dan umbilicus, serta terkadang melibatkan permukaan-permukaan mukosal. Acanthosis nigricans banyak ditemukan pada anak-anak dan remaja yang gemuk, dan bisa berfungsi sebagai penanda resistensi insulin dan tumor ganas. Walaupun acanthosis nigricans yang terkait tumor-ganas jarang ditemukan pada populasi anak, namun hubungannya dengan sindrom-sindrom anak tertentu perlu dipertimbangkan. Yang lebih penting, resistensi insulin itu sendiri juga bisa menimbulkan ancaman terhadap jiwa. Disini kami mereview penyakit yang penting ini. (J Am Acad Dermatol 2007;57;502-8).

Pelepasan Ion-Ion Nikel dari Tiga Alloy Casting Gigi Yang Berbeda

Ringkasan Maksud dari penelitian kali ini adalah untuk mengamati pelepasan ion-ion Ni dari tiga alloy casting gigi berikut ini : alloy Au-Pt mulia dan alloy Ni-Cr non-mulia (logam dasar) dan alloy Co-Cr-Mo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah larutan yang kedalamnya dicelupkan sebuah alloy  serta kadar pH dan waktu paparan-nya memiliki pengaruh terhadap jumlah ion Ni yang dilepaskan dari tiga alloy yang disebutkan di atas.     Tiga alloy komersial digunakan dalam eksperimen ini: dua alloy logam dasar, Ni-Cr (Wiron 99, Bego, Germany) dan alloy Co-Cr-Mo (Wironit, Bego, Germany) dan satu alloy mulia Au-Pt (Noble Metals Refinery, Zagreb Croatia). Sampel-sampel alloy Ni-Cr dan sampel-sampel alloy Co-Cr-Mo, rol berdimensi sama degan diameter 8 mm dan tinggi 15,8 mm digunakan dan dibuat oleh pabrik. Sampel-sampel alloy Au-Pt adalah plat-plat dengan dimensi 8 mm dan tinggi 1 mm, yang juga dibuat oleh pabrik.     Semua sampel dicelup...